Panggilan darurat itu datang di hari yang biasa saja. Seorang dokter Arab Saudi, Saeed Al-Qahtani, diminta segera ke rumah sakit untuk menangani operasi mendesak pada seorang anak. Menit demi menit berlalu, namun dokter yang dinanti tak kunjung muncul di pintu IGD.
Ketika akhirnya dia tiba, sang ayah pasien sudah tak bisa menahan emosi. Wajahnya memerah, suaranya meninggi. "Coba bayangkan kalau ini anakmu yang terbaring di sana," hardiknya, "apakah kamu masih akan semudah ini datang terlambat?"
Dokter Saeed tidak membantah. Tak ada penjelasan panjang lebar. Hanya permintaan maaf yang diucapkan dengan rendah hati, sebelum dia segera berbalik dan masuk ke ruang bedah. Di sana, semua perhatiannya dicurahkan untuk satu tujuan: menyelamatkan nyawa kecil di hadapannya. Dan alhamdulillah, operasi itu berhasil. Anak itu selamat.
Namun begitu, cerita sesungguhnya baru terungkap setelah segalanya usai.
Artikel Terkait
Main Hakim Sendiri Berujung Buntung: Korban Pencurian Malah Jadi Tersangka
Persoalan Kertas yang Merenggut Nyawa: Bocah 10 Tahun Bunuh Diri Usai Keluarga Tak Kebagian Bansos
Akhir Tragis Sang Raja Penipuan Online di Perbatasan Myanmar
KPK Bergerak Lagi, OTT Sasar Pejabat Bea Cukai