SYDNEY, 19 Desember – Di sebuah ruang rumah sakit, Ahmed al Ahmed menerima sesuatu yang jauh dari bayangannya. Sebuah cek raksasa senilai lebih dari 2,5 juta dolar Australia atau sekitar Rp 28 miliar diserahkan padanya, Jumat lalu. Uang itu terkumpul dari puluhan ribu orang di seluruh dunia lewat penggalangan dana daring. Semuanya bermula dari aksi heroiknya di Pantai Bondi yang kacau beberapa waktu lalu.
Menurut saksi, saat itu Ahmed bersembunyi di balik mobil-mobil parkir. Dari situ, ia menyergap salah satu pelaku penembakan dari belakang. Dengan sigap, ia merebut senjata itu dan menjatuhkan si penyerang ke tanah. Tapi aksinya tak berakhir mulus. Ia terkena tembakan, diduga dari pelaku kedua. Hingga kini, pria itu masih terbaring di rumah sakit St. George, menjalani pemulihan pascaoperasi.
Di ranjang itulah cek simbolis itu diserahkan. Zachery Dereniowski, seorang influencer yang turut menggalang dana, menyerahkan cek besar itu langsung ke tangan Ahmed. Adegan itu terekam dalam video yang kemudian viral.
"Apakah saya pantas mendapatkannya?" tanya Ahmed, ragu.
"Setiap sennya," jawab Dereniowski meyakinkan.
Lebih dari 43.000 orang turut menyumbang. Kontribusi datang dari berbagai penjuru, termasuk dari miliarder manajer dana lindung nilai Bill Ackman yang memberi A$99.999. Bahkan Perdana Menteri Australia dan pemimpin negara bagian sudah menjenguk, memberi pujian atas keberaniannya.
Ahmed, seorang ayah Muslim berusia 43 tahun dengan dua anak, adalah pengungsi dari Suriah. Ia meninggalkan kota Idlib hampir dua dekade lalu untuk mencari kehidupan baru di Australia. Di negeri barunya ini, ia bekerja sebagai penjual buah.
Ketika ditanya pesan untuk para donatur, ia menyampaikan hal yang sederhana namun dalam.
"Saling mendukunglah, kita semua manusia. Lupakan hal-hal buruk… dan teruslah berjuang untuk menyelamatkan nyawa."
Dengan suara lirih penuh emosi, ia mengenang momen itu.
"Waktu saya menyelamatkan orang-orang, saya lakukan dari hati. Hari itu indah, semua orang sedang bersenang-senang, bersama anak-anak, keluarga. Mereka pantas menikmati hari mereka."
Lalu, dengan tinjunya yang tak terluka diangkat, ia berucap penuh semangat.
"Negara ini negara terbaik di dunia. Tapi kita tak bisa diam dan hanya menonton cukup sudah. Tuhan lindungi Australia. Australia, Australia, Australia!"
Soal rencana menggunakan uang sebanyak itu, Ahmed belum berbagi. Mungkin masih terlalu awal. Yang jelas, aksinya telah mengubah banyak hal.
Serangan di Pantai Bondi sendiri meninggalkan luka yang dalam. Lima belas orang tewas, puluhan lainnya cedera, saat dua orang bersenjata menembaki kerumunan yang sedang merayakan Hanukkah. Polisi menduga pelakunya adalah seorang ayah berusia 50 tahun yang tewas ditembak polisi dan putranya yang berusia 24 tahun, yang kini terluka parah.
Di tengah duka yang masih menyelimuti, kisah Ahmed setidaknya memberi secercah cahaya. Tentang keberanian biasa dari seorang manusia biasa, yang di saat genting memilih untuk tidak tinggal diam.
Artikel Terkait
Adies Kadir Segera Dilantik sebagai Hakim MK di Hadapan Presiden Prabowo
Main Hakim Sendiri Berujung Buntung: Korban Pencurian Malah Jadi Tersangka
Persoalan Kertas yang Merenggut Nyawa: Bocah 10 Tahun Bunuh Diri Usai Keluarga Tak Kebagian Bansos
Akhir Tragis Sang Raja Penipuan Online di Perbatasan Myanmar