Netanyahu dan Trump Bersahutan, Ancaman ke Iran Kian Menggema

- Selasa, 06 Januari 2026 | 11:20 WIB
Netanyahu dan Trump Bersahutan, Ancaman ke Iran Kian Menggema

Benjamin Netanyahu kembali bersuara keras. Perdana Menteri Israel itu dengan tegas menyatakan, negaranya takkan tinggal diam membiarkan Iran membangun kembali kekuatan rudal balistiknya. Pernyataan ini muncul di hadapan para anggota parlemen, Senin lalu, dan langsung mencuri perhatian dunia.

“Kami tidak akan mengizinkannya,” tegas Netanyahu, suaranya berwibawa.

“Industri rudal balistik Iran tak boleh pulih. Apalagi program nuklir mereka, yang sudah kami rusak secara signifikan. Itu mustahil.”

Ia lalu menambahkan ancaman yang lebih gamblang. “Kalau kami diserang, konsekuensinya bagi Iran akan sangat berat.”

Nada keras Netanyahu ini seolah menyambut gelombang ancaman dari Washington. Hanya beberapa hari sebelumnya, Presiden AS Donald Trump juga mengeluarkan peringatan serupa untuk Teheran. Dalam pertemuan terbaru mereka di Washington DC, Trump bahkan mengancam akan “memusnahkan” program nuklir dan rudal Iran jika mereka berulah.

Memang, kekhawatiran Israel sudah menumpuk sejak berbulan-bulan. Media-media lokal dan sejumlah pejabat terus melaporkan bahwa Iran diam-diam sedang membenahi persenjataannya. Semua itu hancur berantakan setelah perang 12 hari yang singkat namun dahsyat melawan Israel pada Juni tahun lalu.

Di sisi lain, Trump tampaknya punya informasi sendiri. Ia menyebut Iran “mungkin berperilaku buruk” dan dicurigai sedang mempertimbangkan lokasi baru untuk situs nuklirnya. Situs lama, seperti yang kita tahu, sudah rata oleh serangan gabungan AS dan Israel dalam konflik yang sama.

Jadi, situasinya kembali memanas. Dua sekutu terdekat itu seperti bersahutan memberi peringatan. Dan Iran, di tengah semua ini, berada dalam sorotan yang paling terik.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar