"Itu kejadian alami," jelas Hartanto dalam keterangannya.
Ia memaparkan, saat matahari rendah di ufuk, cahayanya harus menempuh jarak lebih jauh melalui atmosfer. Proses ini menyaring warna-warna dengan gelombang pendek, sementara warna panjang seperti merah dan jingga bisa menembus dan sampai ke mata kita.
Nah, warna merah yang terlihat begitu kuat dan pekat kemarin, menurut Hartanto, kemungkinan besar dipengaruhi kondisi udara saat itu. Mengingat Banten sedang musim hujan, kandungan uap air di atmosfer sangat tinggi. Ditambah mungkin ada partikel aerosol atau debu, kombinasi ini memperkuat pantulan warna merah pada awan di sekelilingnya.
Meski penampakannya dramatis, Hartanto menegaskan masyarakat tak perlu khawatir berlebihan.
"Diimbau masyarakat tetap tenang, jangan panik," tandasnya.
Ia juga mengingatkan agar warga selalu mengikuti informasi cuaca terkini dari kanal resmi BMKG. Jadi, meski langit sempat berwarna mengkhawatirkan, penjelasannya ternyata cukup masuk akal dan tak terkait dengan firasat buruk apa pun.
Artikel Terkait
KPK Alihkan Status Tahanan Mantan Menag Yaqut ke Tahanan Rumah
Empat Wisatawan Terseret Ombak di Pantai Ciantir Lebak, Selamat Berkat Evakuasi Cepat
Harga Emas Mandek, Catat Level Terendah dalam Sepekan
Bupati Bone Imbau Warga Alihkan Tabungan ke Emas Antisipasi Inflasi