Rangkaian kegiatannya sendiri cukup beragam dan interaktif. Ada Pameran Interaktif Kinerja, Gelar Wicara, Lokakarya Interaktif, sampai Panggung Inovasi Bisnis Vokasi. Tak ketinggalan Bazar dan Expo Ragam Karya, serta Forum Inspiratif. Semua dirancang untuk membuka ruang dialog seluas-luasnya antara peserta didik, guru, pelaku industri, dan berbagai pemangku kepentingan. Dari situlah sinergi baru diharapkan lahir, sekaligus membuka peluang kerja dan wirausaha bagi lulusan.
Antusiasme publik terlihat sejak hari pertama. Lebih dari 800 pengunjung memadati venue, mulai dari peserta didik, kepala sekolah, guru, hingga masyarakat umum. Sebanyak 22 stan dipenuhi oleh berbagai satuan pendidikan dan mitra mulai dari SMK, SLB, LKP, PKBM, SKB, UPT di lingkungan Ditjen Vokasi PKPLK, hingga Dharma Wanita Persatuan. Mereka semua memamerkan karya kreatif dan inovatif di Expo Ragam Karya.
Selain pameran, pengunjung bisa ikut lokakarya praktis. Misalnya, lokakarya nail art dari Puspita Martha International School atau barista dari LKP Sangkuriang. Gelar wicara dengan narasumber yang mumpuni juga turut memperkaya wawasan dan memberi inspirasi.
Menurut sejumlah saksi, acara ini memberi dampak yang personal. Seperti yang diungkapkan Haziful Habil, murid SMKN 2 Batusangkar, Sumatra Barat.
Pada akhirnya, Gelar Karya Vokasi PKPLK 2025 lebih dari sekadar perayaan. Ini adalah penguat kepercayaan publik bahwa pendidikan vokasi PKPLK memang mampu menyiapkan SDM yang unggul, adaptif, dan siap berkontribusi untuk pembangunan nasional. Dengan karya nyata, kolaborasi kuat, dan semangat inovasi, perannya dalam mewujudkan Indonesia yang berdaya semakin tak terbantahkan.
Artikel Terkait
MUI Balik Haluan, Dukung Langkah Prabowo di Dewan Perdamaian Gaza
Kemenhaj Perketat Pengawasan, Lindungi Jemaah Umrah dari Pelanggaran
Bachtiar Nasir Desak Diplomasi Indonesia di Board of Peace Tak Sekadar Stempel
Longsor Dahsyat di Ciamis, Satu Warga Tewas Tertimbun