Kunjungan itu juga diwarnai kejadian yang cukup menghangatkan suasana. Saat memperkenalkan jajarannya, Prabowo bertanya kepada para pengungsi soal nama Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin. Seorang remaja SMA dengan lantang menjawab. Rupanya, anak itu bercita-cita jadi tentara.
"Mau jadi tentara? Pantesan hafal nama Menteri Pertahanan," canda Prabowo. Lalu, dengan gaya khasnya, ia langsung meminta Sjafrie untuk memberi petunjuk kepada anak tersebut. "Kau ngerti kan kasih petunjuk? Petunjuk, kasih dong petunjuk," sambungnya, memancing senyum dari orang-orang di sekitar.
Usai meninjau, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi yang mendampingi perjalanan itu memberikan penjelasan lebih lanjut. Ternyata, perhatian Prabowo tidak hanya tertuju pada pemulihan fisik semata. Ada pekerjaan rumah yang lebih besar: tata kelola lingkungan. Prasetyo menyebut, izin-izin usaha di bantaran sungai dan pertambangan menjadi sorotan khusus Presiden. Arahan untuk menertibkan ini sudah disampaikan langsung kepada gubernur dan bupati setempat.
"Memang banyak yang harus menjadi pekerjaan rumah kita," ujar Prasetyo di Bandara Minangkabau, menegaskan bahwa pemulihan harus dibarengi evaluasi menyeluruh. Ia juga menyebut progres perbaikan infrastruktur krusial, seperti jalan nasional di Lembah Anai, sedang dikebut. "Kita bekerja secepat-cepatnya," tutupnya, mengakui bahwa setiap lokasi punya tantangannya sendiri-sendiri.
Kunjungan itu pun berakhir. Pesan yang tersisa jelas: di balik upaya tanggap darurat yang cepat, ada komitmen dan juga kritik untuk membenahi akar masalah, agar bencana serupa tak terulang lagi di kemudian hari.
Artikel Terkait
Era Arief Hidayat Berakhir, MK Gelar Wisuda Purnabakti untuk Sang Mantan Ketua
Bus PO Haryanto Meledak Jadi Lautan Api di Tol Pemalang, Seluruh Penumpang Selamat
Kisah Kiki: Amukan di Bintaro Berakhir dengan Permintaan Maaf
Sangadji: Jangan Bayangkan Sidang, Kasus Ijazah Jokowi Masih Panjang