Kabut masih menggantung di lereng bukit Agam, Kamis lalu, ketika Presiden Prabowo Subianto menyusuri posko pengungsian. Di tengah reruntuhan dan genangan, ada satu kabar yang coba dia bawa: janji hunian sementara untuk warga yang rumahnya hancur diterjang banjir dan longsor.
Menurut sejumlah saksi, Prabowo tampak mengecek langsung progres pembangunan huntara itu. "Saya gembira sudah melihat rumah-rumah hunian sementara sudah mulai dibangun," katanya.
Dia berharap prosesnya bisa tuntas dalam sebulan. "Supaya Bapak-bapak, Ibu-ibu semua tidak perlu tinggal di tenda," tambahnya. Suasana di posko saat itu terasa padat, namun ada secercah harapan.
Namun begitu, huntara bukanlah akhir dari cerita. Prabowo menyebut pemerintah tak akan berhenti di situ. Rencananya, akan dibangun hunian tetap pengganti yang lebih layak. Luasnya dikatakan cukup lumayan, sekitar 70 meter persegi.
"Saya lihat cukup bagus kualitasnya," ujarnya mengenai desain yang rencananya akan diterapkan. "Luasnya hunian tetap lumayan besar ya, 70 meter ya, 70 meter persegi."
Secara keseluruhan, Presiden merasa situasi penanganan bencana mulai menunjukkan perbaikan. Dia mengapresiasi kerja keras semua pihak di lapangan.
"Semua bekerja, saya terima kasih kepada TNI, Polri, dan semua pejabat yang bekerja keras."
Prabowo juga menyoroti peran Basarnas dan relawan. "Kita lihat banyak sekali yang semuanya turun untuk bahu-membahu kita perbaiki keadaan," ungkapnya. Upaya bersama itulah, katanya, yang perlahan mengembalikan senyum warga.
Artikel Terkait
PTDI Klaim Pesawat N-219 Solusi Tepat untuk Konektivitas Daerah Terpencil dan Kepulauan
Polda Kepri Bongkar Impor Ilegal Ratusan Pakaian dan Sepatu Bekas Asal Singapura, Tiga Tersangka Diamankan
BEM SI Tinjau Langsung Gudang Bulog, Stok Beras Nasional Capai Rekor 5,2 Juta Ton
Presiden Prabowo Terima Laporan Reformasi Polri, Instruksikan Perubahan Bertahap hingga 2029