Jadi, kontur pegunungan yang curam dan ruang pendaratan yang sempit itu sama sekali tak menghalangi niat. Dengan ketelitian tinggi, kru helikopter menjalankan prosedur penerbangan demi dua hal: keselamatan dan kelancaran logistik.
Misi kemanusiaan ini dimulai dari Landasan Udara Soewondo di Medan. Helikopter itu mengangkut muatan cukup berat sekitar 1.800 kilogram berisi kebutuhan pokok. Beban itu kemudian dibagi rata untuk dua desa yang paling sulit dijangkau pasca-bencana.
Desa Simpur Jaya dapat jatah 900 kilogram. Begitu pula dengan Desa Rumah Bundar, yang menerima 900 kilogram sisanya. Akses darat ke kedua lokasi itu nyaris mustahil, membuat peran udara jadi penentu.
Menurut Puspen TNI, operasi ini adalah bagian dari komitmen TNI AU dalam penanggulangan bencana. Intinya, mereka ingin memastikan bantuan pokok benar-benar sampai ke tangan warga yang paling membutuhkan, di medan sesulit apapun.
Artikel Terkait
Napoli Amankan Kemenangan Tipis 1-0 atas Cagliari Berkat Gol Kilat McTominay
Luka Doncic Cetak 60 Poin, Bawa Lakers dan Momentum ke Level Baru
Tuchel Pangkas Skuad Inggris, Nol Pemain Liverpool Dipanggil
De la Fuente Umumkan Skuad Spanyol untuk Uji Coba Lawan Serbia dan Mesir