✍🏻 Jonru Ginting
Lihatlah kondisi Indonesia sekarang. Rasanya, situasi yang memprihatinkan ini mungkin bisa membuat lebih banyak orang paham. Paham, kenapa sejak 2012 lalu saya tak pernah berhenti bersuara, bahkan nyaris setiap hari, meneriakkan satu hal: "Jangan pilih dia!"
Waktu itu, saya benar-benar cemas. Peduli banget sama nasib bangsa ke depan. Sampai-sampai, saya pernah nangis sendiri membayangkannya. Serius.
Namun begitu, apa balasan yang saya terima?
Bully-an. Tuduhan. Caci maki. Laporan fitnah. Karakter saya dihancurkan ditempeli label 'raja hoax', 'raja fitnah' dan ujung-ujungnya harus mendekam di penjara.
Artikel Terkait
Sertifikat Menumpuk, Kompetensi Tergerus: Dampak Pandemi yang Mengubah Wajah Pendidikan
Generasi Layar: Saat Ponsel Menggerogoti Kemampuan Fokus Anak Muda
Mobil Terbakar Hebat di Jagorawi, Lalu Lintas Malam Terkunci
Bocah dengan Laptop Pecah Ditemukan Sendirian di Sleman