Menurut sejumlah saksi, saya dituding sebagai buzzer bayaran, dikatakan sebagai alat politik orang lain. Padahal, saya cuma warga biasa. Benar-benar biasa. Yang cuma punya kepedulian lebih terhadap negara ini.
Perjuangan saya dulu sepi. Sendirian. Saya cuma seorang penulis dan pebisnis kecil. Modal utama cuma rasa prihatin yang dalam.
Saya bukan buzzer. Bukan politikus. Bukan pula aktivis kawakan. Saya manusia biasa saja.
Semua itu sudah saya terima dengan ikhlas. Kini, harapan saya cuma satu: semoga kita belum kehilangan semua waktu untuk membenahi keadaan. Aamiin.
(Jonru Ginting)
Artikel Terkait
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Motor yang Beraksi Puluhan Kali di Makassar dan Gowa
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, VinÃcius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral