Polisi Metro Jaya lagi mendalami 361 nama yang muncul dalam kasus aborsi ilegal di sebuah apartemen Jakarta Timur. Nama-nama itu ditemukan setelah petugas mengolah data dari ponsel milik admin jaringan tersebut.
Menurut Dirkrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Edy Suranta Sitepu, pihaknya masih perlu memastikan kebenarannya. "Kami dapat data itu dari handphone adminnya. Tapi, apakah semua 361 orang ini benar-benar pasien di tempat ilegal itu? Masih kami selidiki lebih lanjut," ujarnya dalam konferensi pers, Rabu (17/12).
Edy menegaskan, meski tersangka sudah mengaku itu daftar pasien, polisi tak bisa serta merta percaya. Mereka akan memanggil satu per satu orang yang terdata.
"Ini sedang berproses. Kami perlu pastikan dengan memanggil langsung para pasien yang ada di database," jelasnya.
Saat penggerebekan, polisi sempat mendapati ada pasien yang sedang berada di lokasi. Soal kemungkinan pasien dari kalangan pelajar atau kelompok tertentu, Edy memilih berhati-hati. "Semua masih kita dalami. Beberapa pasien sedang diperiksa," katanya.
Di sisi lain, modus operandi sindikat ini ternyata cukup rapi. Mereka bikin website yang tampak resmi, seolah-olah dikelola oleh dokter spesialis kandungan. Website itulah yang jadi umpan untuk menjaring korban.
"Masyarakat yang lihat website itu jadi percaya. Padahal, itu cuma kedok," kata Edy menerangkan.
Lokasi praktiknya pun tidak tetap. Sindikat ini kerap berpindah-pindah untuk mengelabui aparat. "Tempatnya mobile. Pernah di Bekasi, lalu di Jakarta Timur. Mungkin ada tempat lain lagi yang kami selidiki," ujarnya.
Biasanya, mereka cuma menyewa apartemen harian atau mingguan. Sewanya singkat saja, tergantung jumlah pasien yang harus ditangani. "Cuma satu atau dua hari, tidak lama. Setelah itu pindah lagi," pungkas Edy.
Untuk sekarang, fokus polisi adalah memanggil dan memeriksa seluruh nama yang terdata. Satu per satu.
Artikel Terkait
118 BEM Nusantara Dialog Langsung dengan Mentan, Bahas Swasembada Pangan hingga Koperasi Desa
Calon Jemaah Haji Asal Mamuju Meninggal di RS Wahidin Sesaat Sebelum Diberangkatkan ke Tanah Suci
Mahfud MD Ungkap Sembilan Kultur Buruk di Polri, Kekerasan hingga Korupsi Jadi Sorotan Utama
BMKG: Sebagian Besar Wilayah Sulsel Berpotensi Hujan Sedang pada Kamis