MURIANETWORK.COM - Duka dan kemarahan menyelimuti keluarga Faradila Amalia Najwa. Mahasiswi UMM berusia 23 tahun itu ditemukan tewas mengenaskan di sebuah selokan di kawasan Wonorejo, Pasuruan. Yang membuat hati semakin pedih, pelaku yang diduga kuat menghabisi nyawanya ternyata adalah suaminya sendiri, AS, seorang anggota Polres Probolinggo.
Ramelan, sang ayah, sama sekali tak menyangka. Bagaimana mungkin menantu yang ia kenal, seorang yang berseragam, bisa melakukan perbuatan sekeji itu? "Sebagai orang tua, saya berharap pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai dengan perbuatannya," ucap Ramelan, suaranya penuh luka, pada Rabu (17/12/2025).
Ia menduga ada motif keserakahan di baliknya. Menurutnya, AS mungkin mengincar harta benda yang dimiliki Faradila. Sebuah dugaan yang membuat tragedi ini terasa semakin pahit.
Kronologinya berawal dari sebuah penjemputan. Faradila, yang sedang menempuh semester 3, dijemput oleh suaminya itu dari tempat kosnya. Itulah terakhir kali ia terlihat. Komunikasi terakhir Ramelan dengan putrinya terjadi pada hari Senin. Hanya sehari berselang, kabar buruk itu datang menghancurkan segala harapan.
Artikel Terkait
Dokumen Epstein Ungkap Transaksi Properti Trump dan Kaitan dengan Pengusaha Indonesia
Balong Cigugur Berduka: Ratusan Ikan Keramat Mati Mendadak
Red Notice Interpol Segera Terbit untuk Buronan Kasus Korupsi Chromebook
Saudi dan UEA Tutup Wilayah untuk Serangan AS ke Iran, Pertanda Pergeseran Kekuatan