Jenazah Faradila kemudian ditemukan. Di lehernya, terlihat jelas bekas cekikan yang menjadi penyebab kematiannya. Sebuah akhir yang sungguh tak pantas untuk seorang perempuan muda yang sedang menuntut ilmu.
Di sisi lain, proses hukum mulai bergulir. Terduga pelaku, AS, kini telah diamankan di Mapolda Jawa Timur untuk menjalani pemeriksaan intensif. Pihak kepolisian masih menyelidiki motif pastinya dan merangkai setiap potongan kronologi kejadian.
Harapan keluarga korban kini hanya satu: keadilan. Mereka meminta proses hukum berjalan transparan, tanpa tebang pilih. Pelaku, siapapun dia, harus menanggung konsekuensi seberat-beratnya atas tindakannya yang telah merenggut nyawa seorang anak, seorang istri, dengan paksa.
Artikel Terkait
Dokumen Epstein Ungkap Transaksi Properti Trump dan Kaitan dengan Pengusaha Indonesia
Balong Cigugur Berduka: Ratusan Ikan Keramat Mati Mendadak
Red Notice Interpol Segera Terbit untuk Buronan Kasus Korupsi Chromebook
Saudi dan UEA Tutup Wilayah untuk Serangan AS ke Iran, Pertanda Pergeseran Kekuatan