Suasana tegang melanda area tambang emas PT Sultan Rafli Mandiri di Desa Pemuatan Batu, Kalimantan Barat, Minggu lalu. Sekitar pukul empat sore, belasan warga negara asing asal China diduga menyerang petugas keamanan perusahaan. Yang jadi sasaran bukan cuma petugas, tapi juga lima anggota TNI dan sejumlah warga sipil yang kebetulan ada di lokasi.
Menurut informasi yang beredar, semua ini berawal dari sebuah drone. Petugas keamanan melihat ada aktivitas penerbangan alat itu di sekitar lokasi tambang yang seharusnya steril. Mereka pun, bersama lima prajurit TNI yang sedang latihan, berusaha memeriksa. Tanpa membawa senjata, mereka mengejar arah drone itu.
Tak sampai 300 meter dari gerbang perusahaan, mereka bertemu dengan sekelompok WNA. Situasi langsung memanas. Dari arah lain, belasan orang lainnya datang dan konfrontasi pun tak terhindarkan. Mereka kelihatannya sudah siap. Dari tangan para pelaku, aparat menemukan senjata tajam jenis parang lengkap dengan sarungnya. Bahkan, ada juga airsoft gun dan alat kejut listrik yang disita.
Karena kalah jumlah dan tidak bersenjata, petugas dan anggota TNI memilih mundur. Mereka menghindari bentrokan fisik yang bisa berakibat lebih buruk. Beberapa kendaraan perusahaan, termasuk mobil dan motor, dilaporkan rusak berat dalam insiden ini.
Kuasa hukum PT SRM, Muhamad Fajri, sudah melaporkan kejadian ini ke Polda Kalbar. Ia menyampaikan kekecewaannya.
"Kami sangat menyayangkan tindakan tersebut. Kami berharap Polda Kalbar mengusut tuntas kasus ini. Tindakan penyerangan terhadap aparat kita ini sangat disayangkan," ujar Fajri.
Di sisi lain, proses hukum mulai bergulir. Para WNA yang diduga terlibat kini sudah diamankan oleh Kantor Imigrasi Ketapang. Mereka menjalani pendataan dan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan keterlibatan dan motif di balik insiden yang mengkhawatirkan ini.
Saat ini, situasi di lokasi tambang sudah lebih kondusif. Namun, pertanyaan besar masih menggantung: apa sebenarnya yang memicu aksi penyerangan sekelompok orang asing terhadap petugas dan aparat di area terpencil itu?
Artikel Terkait
Everton Vs Manchester City 3-3: Drama Enam Gol, Doku Selamatkan The Citizens di Menit Akhir
Truk Tangki Modifikasi Muat 5 Ton Solar Terguling, Puluhan Kecelakaan Beruntun di Bangkalan
Polisi Bongkar Judi Online Skala Besar di Batam, Dua Tersangka Kelola Lebih dari 200 Ribu Akun
Penundaan 11 Jam Sriwijaya Air SJ-581, Penumpang Mengeluhkan Minimnya Kompensasi dan Komunikasi