TNI Jemput Warga Yahukimo untuk Urus KTP dan Akta Kelahiran

- Rabu, 17 Desember 2025 | 05:00 WIB
TNI Jemput Warga Yahukimo untuk Urus KTP dan Akta Kelahiran

Kolaborasi TNI dan Dukcapil di Yahukimo: Warga Dibantu Urus Dokumen Kependudukan

Suasana di Makoramil 1715-06/Dekai, Yahukimo, Selasa (16/12) lalu, tampak berbeda. Bukan latihan militer yang berlangsung, melainkan antrean warga yang sabar menunggu giliran. Mereka datang untuk mengurus KTP, KK, atau akta kelahiran. Ini adalah kegiatan pendampingan pembuatan administrasi kependudukan (adminduk) yang digelar bersama oleh Kodim 1715/Yahukimo dan Dinas Dukcapil setempat.

Menurut Letkol Inf Didiet Trilaksono, selaku Dandim, kegiatan ini adalah wujud nyata kepedulian TNI AD. Tujuannya sederhana: memberi kemudahan dan mempercepat pelayanan dokumen untuk warga binaannya.

"Ini bagian dari rangkaian bakti sosial menyambut Hari Juang TNI AD 2025," jelasnya.

Di sisi lain, ia menegaskan bahwa langkah ini juga bentuk dukungan TNI pada program pemerintah untuk menertibkan administrasi kependudukan. Soalnya, dokumen yang lengkap adalah pintu awal untuk mengakses segala layanan publik lainnya.

Yang menarik, pihak Koramil tak cuma menyediakan tempat. Mereka juga mengerahkan armada untuk menjemput dan mengantar warga yang kesulitan transportasi. "Kami ingin memudahkan dan memberi kenyamanan, terutama bagi yang dokumennya belum lengkap," ungkap Dandim soal fasilitas ini. Upaya kecil ini rupanya sangat diapresiasi.

Kegiatan berjalan lancar. Antusiasme warga terlihat jelas. Banyak dari mereka mengaku akhirnya terbantu dengan adanya pelayanan cepat dan pendampingan langsung dari para Babinsa. Proses yang biasanya berbelit, kini terasa lebih ringan.

Harapannya jelas. Setelah ini, semakin banyak warga Yahukimo yang memiliki identitas resmi dan sah. Dengan dokumen di tangan, jalan mereka untuk mendapatkan hak-hak lainnya sebagai warga negara pun akan lebih terbuka.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar