“Harusnya pemerintah daerah Talaud bisa ambil kebijakan. Ini kan untuk kepentingan warganya sendiri,” tegasnya.
Lalu, bagaimana respons pihak berwenang? Ternyata, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Manado sudah bergerak. Mereka mengklaim telah menambah satu unit kapal untuk rute tersebut.
Benaya Samri Yostavia, Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli KSOP Manado, menjelaskan perubahan jadwalnya. “Kami sudah tambah satu kapal. Jadwal yang sebelumnya hanya Senin, Rabu, Jumat, sekarang bertambah di hari Selasa, Kamis, dan Minggu,” jelas Benaya, Selasa (16/12).
Dengan penambahan ini, frekuensi pelayaran pun jadi hampir setiap hari. “Kami rasa ini sudah cukup memadai untuk melayani warga Talaud yang mau mudik,” pungkasnya.
Meski begitu, apakah kebijakan tambahan satu kapal ini benar-benar mampu menjawab lonjakan penumpang di musim puncak Nataru? Waktu yang akan menjawabnya.
Artikel Terkait
Kilas Balik 22 Maret: Dari Arca Buddha Zamrud hingga Letusan Gunung Redoubt
Dortmund Bangkit dari Ketertinggalan Dua Gol untuk Kalahkan Hamburg
AC Milan Tundukkan Torino 3-2 dalam Laga Sengit di San Siro
Tiga Anak di Jombang Terluka Parah Akibat Petasan Rakitan, Satu Harus Diamputasi