Prabowo Tegaskan Stok Pangan Aman, Meski 70 Ribu Hektar Sawah Rusak

- Selasa, 16 Desember 2025 | 18:12 WIB
Prabowo Tegaskan Stok Pangan Aman, Meski 70 Ribu Hektar Sawah Rusak

Di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (16/12) lalu, Presiden Prabowo Subianto berbicara langsung dengan para kepala daerah se-Papua dan KEPP-OKP. Intinya satu: soal pangan. Ia ingin memastikan semua pihak tenang. Pasokan makanan nasional, klaimnya, benar-benar dalam kondisi aman. Bahkan untuk wilayah-wilayah yang sedang berjuang menghadapi bencana.

Menurut Prabowo, pemerintah pusat sudah menyiapkan cadangan yang jauh melebihi kebutuhan. “Kita bersyukur begitu di tengah badai, di tengah bencana sumber makan kita, makan kita cukup,” ujarnya.

Ia lantas merinci, “Bahkan Menteri Pertanian laporan kepada saya untuk daerah-daerah terdampak bencana kita mampu dari pemerintah pusat mengirim 3 kali kebutuhan.”

Narasi optimisme itu ia bangun dari kekayaan alam Indonesia. Sumber daya air yang melimpah, dalam pandangannya, adalah penopang utama. Di sisi lain, ia melihat banyak negara justru hancur karena persoalan kekeringan yang akut.

“Di bagian dunia tertentu air sangat susah. Air sangat susah,” katanya, dengan penekanan. “Negara-negara banyak yang hancur karena nggak ada air kita air berlimpah, bahkan kadang-kadang menjadi musibah bagi kita.”

Namun begitu, Prabowo tak menampik realita pahit yang juga terjadi. Bencana alam belakangan ini memang meninggalkan jejak kerusakan yang nyata di sektor pertanian. Puluhan ribu hektare sawah dilaporkan tak bisa berproduksi.

“Memang dilaporkan Kalau tidak salah ada beberapa puluh ribu sawah yang rusak? 70 ribu ya?” tanyanya, seakan menyaring ingatan. “Semuanya di tiga provinsi 70 ribu hektare yang rusak.”

Meski mengakui kerusakan itu, ia cepat menambahkan bahwa pemerintah tak tinggal diam. Langkah antisipasi sudah disiapkan untuk menutup celah produksi yang hilang. “Kita akan kembalikan segera tapi kita sudah punya antisipasi,” tandasnya, menutup pernyataannya dengan nada percaya diri.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar