Ia pun merasa program ini berjalan aman. Pasalnya, para guru turut mendampingi dan memastikan makanan yang datang layak dikonsumsi.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 1 Tamansari, Ermaini, menyebut program MBG ini sudah berjalan sejak Juli lalu.
Respons dari siswa dan orang tua, katanya, sangat positif. Program ini dianggap membantu memenuhi gizi anak, terutama bagi yang kerap melewatkan sarapan di rumah.
Soal kualitas? Ermaini menilai menunya cukup lengkap dan bervariasi.
Pengawasannya dilakukan rutin. Ada sistem piket yang melibatkan guru dan siswa. Begitu makanan tiba, petugas piket guru akan memeriksa dan mendokumentasikannya.
Hingga saat ini, menurut Ermaini, belum ada masalah serius yang ditemukan.
Artikel Terkait
Gatot Nurmantyo Soroti Tiga Langkah Polri yang Dinilai Membangkang
Demokrasi Tanpa Oposisi: Stabilitas atau Kekosongan Makna di Era Prabowo?
Mekanisme Ajaib dalam Tubuh: 10.000 Kerusakan DNA Diperbaiki Setiap Hari
31 Januari: Dari Lahirnya NU hingga Misi Antariksa Simpanse Ham