Di sebuah ruang pertemuan di Jember, Jawa Timur, Nanik Sudaryati Deyang dari Badan Gizi Nasional (BGN) berbicara dengan nada tegas namun penuh semangat. Ia meminta para Kepala Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) untuk benar-benar cermat mengatur jam kerja tim mereka. Bukan sekadar jadwal, tapi sebuah sistem yang berjalan mulus.
Menurut Nanik, tanggung jawab seorang Kepala SPPG itu luas sekali. Ia tak boleh cuma berdiri di dapur. Tugasnya juga mencakup pendistribusian Makan Bergizi Gratis (MBG) ke sekolah-sekolah, mengecek harga pasar, hingga memberikan edukasi gizi ke masyarakat. Intinya, ia harus memastikan seluruh rangkaian program ini berjalan tanpa kendala.
“Saya tahu kalau yang dikerjain selalu Ahli Gizi sampai pagi… Bener nggak Ahli Gizi?” tanya Nanik, disambut sorak “Betuuulll…” dari para peserta.
“Yang nungguin Ahli Gizi kadang-kadang malah dibantu Akuntan…,” tambahnya, menggambarkan betapa kerap terjadi tumpang tindih yang perlu diatur.
Ucapan itu disampaikannya dalam acara Sosialisasi dan Penguatan Tata Kelola MBG, Minggu (14/12/2025) lalu. Ia menekankan, Kepala SPPG harus bertanggung jawab penuh atas jam kerja seluruh anggota, mulai dari Akuntan, Ahli Gizi, hingga para relawan.
Artikel Terkait
Gatot Nurmantyo Soroti Tiga Langkah Polri yang Dinilai Membangkang
Demokrasi Tanpa Oposisi: Stabilitas atau Kekosongan Makna di Era Prabowo?
Mekanisme Ajaib dalam Tubuh: 10.000 Kerusakan DNA Diperbaiki Setiap Hari
31 Januari: Dari Lahirnya NU hingga Misi Antariksa Simpanse Ham