Keaslian momen dramatis ini telah diverifikasi. Reuters, setelah memeriksa rekaman pendukung dan mencocokkan pakaian yang dikenakan, memastikan bahwa pria bersenjata dalam video itu adalah orang yang sama yang kemudian dikepung oleh polisi.
Menanggapi tragedi yang menewaskan 15 orang ini, Perdana Menteri Anthony Albanese bersikap tegas. Ia menyatakan pemerintah akan merevisi undang-undang senjata api, membuatnya lebih ketat.
Pelakunya sendiri adalah seorang ayah dan anak. Mereka menembaki kerumunan orang yang sedang merayakan Hanukkah di pantai itu pada Minggu malam.
Fakta yang mencengangkan datang dari kepolisian. Salah satu pelaku, yang berusia 50 tahun, ternyata memiliki izin legal untuk memiliki enam senjata api. Senjata-senjata inilah yang diduga digunakan dalam penembakan massal tersebut.
Albanese menekankan, aturan yang lebih keras mutlak diperlukan. Salah satu poinnya adalah membatasi jumlah senjata yang boleh dimiliki satu individu.
"Pemerintah siap mengambil tindakan apa pun yang diperlukan, termasuk kebutuhan UU senjata yang lebih ketat," tegas Albanese kepada para wartawan.
Artikel Terkait
Kisah Tukang Es Gabus: Simpati yang Menguap Saat Korban Berbalik Ngelunjak
Derita dan Air Mata: Drakor dengan Akhir yang Bikin Susah Move On
Mantan Kekasih Culik Anak 12 Tahun demi Paksa Balikan
Aktivis Aceh Diteror Pesan Siber Usai Sebar Video Demo Tolak Prabowo