Ijazah Asli Jokowi Akhirnya Dipertontonkan di Ruang Penyidik

- Selasa, 16 Desember 2025 | 08:00 WIB
Ijazah Asli Jokowi Akhirnya Dipertontonkan di Ruang Penyidik
Artikel Ijazah

Oleh: Erizal

Direktur ABC Riset & Consulting

Nah, akhirnya ada titik terang. Misteri seputar ijazah mantan Presiden Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi mulai terjawab. Ternyata benar, dokumen aslinya sudah berada di tangan penyidik Polda Metro Jaya.

Fakta ini terungkap dalam Gelar Perkara Khusus, Senin 15 Desember 2025 lalu. Di hadapan para tersangka dan pengacaranya, penyidik dengan sengaja membuka segel sebuah barang bukti. Tujuannya jelas: menunjukkan bahwa ijazah asli Jokowi memang telah disita. Langkah itu cukup mengejutkan, sekaligus menjawab tanda tanya yang selama ini menggantung.

Lalu, bagaimana dengan ijazah yang sempat diperlihatkan di kediaman Jokowi? Beberapa waktu lalu, pengurus Projo mengklaim telah melihatnya langsung saat berkunjung. Tampaknya, dokumen yang ditunjukkan saat itu bukanlah yang asli.

Bisa jadi itu hanya hasil scan, kopian biasa, atau bentuk lain yang tidak diketahui publik. Atau, jangan-jangan itu cuma akal-akalan Projo belaka, sebelum akhirnya mereka memilih ‘berpisah jalan’ dengan sang mantan presiden.

Di sisi lain, pihak tersangka dan kuasa hukumnya tentu merasa lega. Mereka menyambut positif langkah penyidik yang bersedia memamerkan ijazah itu secara transparan di depan mereka. Meski begitu, akses terhadap dokumen itu tetap terbatas. Mereka tidak diizinkan untuk memegang, meraba, apalagi menerawangnya seperti memeriksa keaslian uang kertas.

Setidaknya, satu keraguan besar sudah terjawab. Ijazahnya memang sudah disita.

Menurut salah seorang kuasa hukum, Ahmad Khozinudin, yang hadir saat itu, penampakan ijazah asli Jokowi itu persis seperti yang selama ini beredar.

“Mirip dengan yang pernah diposting Dian Sandi, kader PSI, di akun X-nya. Intinya, barangnya sama,” ujarnya.

Dari penuturannya, ijazah yang ditunjukkan penyidik itu memuat foto seorang lelaki berkacamata. Dokumen inilah yang menjadi bahan penelitian Roy Suryo dan kawan-kawan, yang mereka yakini 99,9 persen palsu.

Namun begitu, kebenaran akhirnya bukan ditentukan oleh klaim sepihak. Pengadilan nanti yang akan memutuskan status keasliannya. Kecuali, tentu saja, jika Jokowi sendiri bersedia membuka semuanya secara sukarela. Langkah seperti itu bisa langsung mengakhiri polemik yang berlarut-larut ini.

Tapi, maukah dia?

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar