Medan yang terjal dan cuaca buruk sempat menghambat distribusi bantuan ke pelosok Aceh. Namun, di tengah segala kesulitan itu, muncul suara-suara hangat dari warga. Mereka menyampaikan pesan dukungan langsung untuk Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, yang akrab disapa Mualem.
Pesan-pesan itu bukan sekadar kata-kata. Menurut sejumlah saksi, ada kedekatan emosional yang nyata terasa antara sang pemimpin dan orang-orang yang dipimpinnya. Rasanya seperti satu keluarga besar yang sedang berjuang bersama.
Ungkapan dukungan itu pun dengan cepat menjadi simbol. Sebuah simbol solidaritas di kala susah, sekaligus harapan kolektif agar Mualem tetap tegar menghadapi beratnya tantangan. Masyarakat Aceh seakan ingin bilang, "Kami di sini, Pak."
Artikel Terkait
Di Balik Panasnya Aspal Skanda, Nurlia Berjuang untuk Sekolah Anak-anaknya
Sumbar Pimpin Progres Huntara, Aceh Masih Tertinggal
Jenazah Wagub Sulbar Tiba di Jakarta, Akan Dimakamkan di Kalibata
Rakornas 2026: Titik Temu Pusat dan Daerah untuk Pacu Indonesia Emas 2045