"Kemudian program-program provinsi juga, baik antarprovinsi, dengan program provinsi dengan kabupaten/kota, itu juga harus sinkron," tegas Tito. "Sehingga tidak overlapping atau tidak ada yang kosong. Itulah gunanya kita mempercepat pembangunan Papua."
Di sisi lain, komite juga bertugas membantu Badan Pengarah (BP3OKP). Mulai dari pembangunan SDM, transformasi ekonomi, hingga penguatan tata kelola pemerintahan. Semuanya harus terintegrasi.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Komite Eksekutif Velix Vernando Wanggai menyampaikan apresiasi. Ia melihat komitmen Presiden untuk mendorong pembangunan Papua sangat kuat.
“Papua adalah masa depan ekonomi, masa depan pangan dan energi, dan juga menjadi penentu, sebagai pintu gerbang di kawasan Pasifik," tandas Velix.
“Sehingga percepatan pembangunan masyarakat di Papua adalah wajah dari keadilan sosial di Indonesia.”
Menurutnya, akselerasi pembangunan harus benar-benar menyentuh akar rumput. Fokusnya pada penciptaan lapangan kerja di kampung-kampung, peningkatan kualitas SDM, dan konektivitas terpadu.
Rapat hari Senin itu juga dihadiri sembilan anggota komite lainnya. Mereka adalah Ribka Haluk, John Wempi Wetipo, Ignatius Yogo Triyono, Paulus Waterpauw, Ali Hamdan Bogra, Gracia Josaphat Jobel Mambrasar, Yanni, John Gluba Gebze, dan Juarson Estrella Sihasale.
Artikel Terkait
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Motor yang Beraksi Puluhan Kali di Makassar dan Gowa
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, Vinícius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral