Singkatnya, fenomena menakjubkan ini murni proses alam. Hasil dari hujan deras berhari-hari yang menciptakan limpasan besar di lereng-lereng terjal.
"Karena batuannya relatif kedap air, aliran muncul sesaat sebagai air terjun lalu hilang ketika hujan berhenti," kata Badan Geologi merangkum.
Lantas, apa yang harus dilakukan masyarakat? Badan Geologi menegaskan, tak perlu ada kekhawatiran berlebihan atau kepanikan. Fenomena ini wajar.
Meski begitu, kewaspadaan tetaplah penting.
"Akan tetapi masyarakat diimbau untuk tetap waspada saat hujan lebat, khususnya di lereng curam dan tebing," demikian imbauan mereka.
Potensi bahaya yang justru perlu diantisipasi dalam kondisi seperti itu adalah jalan yang menjadi licin dan material tanah atau kerikil yang mungkin terbawa arus limpasan air. Itu hal yang lebih riil dan perlu diwaspadai ketimbang air terjun dadakannya sendiri.
Artikel Terkait
SBY Rayakan Lebaran dengan Open House Internal di Cikeas, AHY Dampingi Presiden
KPK Tahan Mantan Stafsus Menag Gus Alex Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji
BI Pertahankan Suku Bunga Acuan 4,75% untuk Antisipasi Dampak Gejolak Global
Mentan Amran Borong Takjil Pedagang di Bone, Bagikan Gratis ke Warga