PMI Kirim Ribuan Paket Dapur untuk Pulihkan Kemandirian Korban Bencana

- Minggu, 14 Desember 2025 | 17:42 WIB
PMI Kirim Ribuan Paket Dapur untuk Pulihkan Kemandirian Korban Bencana

Bantuan kemanusiaan kembali mengalir ke wilayah yang terdampak bencana. Kali ini, Palang Merah Indonesia (PMI) memfokuskan pada upaya memulihkan kemandirian keluarga-keluarga di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Mereka mengirimkan 1.000 paket peralatan dapur yang mulai didistribusikan sejak Sabtu sore lalu.

Pengirimannya sendiri memakai pesawat kargo yang disewa BNPB, dikirim secara bertahap. Rinciannya, 500 paket ditujukan untuk Aceh, 300 paket untuk Sumut, dan sisanya 200 paket untuk Sumbar.

Menurut Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla, langkah ini punya tujuan yang jelas: mengembalikan martabat dan ketahanan para penyintas.

“Kami ingin korban banjir bisa memasak sendiri dan tidak bergantung sepenuhnya pada dapur umum. Ini bagian dari upaya menjaga martabat dan ketahanan keluarga di situasi darurat,”

Ucap JK dalam keterangannya, Minggu (14/12).

Jadi, apa isi paket bantuan itu? Setiap keluarga akan menerima satu set perlengkapan dasar untuk keperluan masak dan makan. Di dalamnya ada panci dan wajan, lima set piring, mangkok, gelas, serta sendok dan garpu. Tak lupa, satu pisau dan tiga buah centong untuk nasi, sayur, dan wajan.

Namun begitu, peralatan masak saja tentu belum cukup. Untuk itu, PMI juga akan membagikan 10.000 paket kompor gas lengkap dengan regulatornya. Dengan kombinasi bantuan ini, diharapkan para korban bisa segera menyiapkan makanan untuk keluarganya sendiri. Lebih fleksibel, dan tentu saja, lebih manusiawi.

Ini bukan sekadar bantuan darurat biasa. Upaya PMI kali ini tampaknya memang ingin menyentuh aspek yang lebih dalam. Mereka tak cuma memberi ikan, tapi juga pancing dalam artian, kemampuan untuk mandiri di tengah kesulitan.

Setelah gelombang bantuan pertama ini disalurkan, rencananya PMI Pusat akan mengirimkan lagi paket serupa. Jumlahnya nanti akan disesuaikan dengan laporan dan data aktual dari relawan di lapangan. Mereka terus berkoordinasi dengan BNPB dan pemda setempat. Tujuannya satu: memastikan bantuan tepat sasaran dan benar-benar menjawab kebutuhan warga yang masih berjuang.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar