Di sisi lain, dari Bangladesh, responsnya penuh duka. Muhammad Yunus, pemimpin sementara negara itu, mengaku sangat sedih. Ia punya permintaan khusus kepada PBB: pastikan personelnya yang bertugas mendapat dukungan penuh.
Kata-kata Yunus menegaskan komitmennya. Rasa solidaritas untuk para korban dan keluarganya menjadi prioritas.
Tak ketinggalan, Kementerian Luar Negeri di Dhaka juga angkat bicara. Posisinya jelas dan tegas: mereka mengutuk keras serangan tersebut. Sebuah kecaman resmi yang menyiratkan kemarahan dan kekecewaan mendalam.
Peristiwa ini tentu menjadi catatan kelam lagi bagi misi perdamaian. Menyerang mereka yang datang untuk mendamaikan, sungguh ironis dan memilukan.
Artikel Terkait
Sporting CP Balas Kekalahan 0-3 dengan Kemenangan Telak 5-0 ke Perempat Final Liga Champions
Fenerbahce Hajar Gaziantep 4-1, Kokohkan Posisi Puncak Klasemen
Jadwal Imsak Jogja Hari Ini Pukul 04.18 WIB, Disusul Azan Subuh 10 Menit Kemudian
Chelsea Terancam Tersingkir, Wajib Menang Besar atas PSG di Liga Champions