Cuaca memang kurang bersahabat. Hujan rintik-rintik turun. Tapi itu tak menghentikan langkah mereka. Dengan payung di tangan, Syefura tetap menyusuri jalan setapak di antara hamparan hijau itu.
Di tengah jalan, obrolan ringan pun mengalir. Kang Dedi penasaran, "Di Malaysia, padi apa namanya?"
Dedi Mulyadi lalu berbagi pengetahuan lokal. "Pare kalau bahasa Sunda," ujarnya sambil memperkenalkan kosakata daerah.
Usai berjalan, mereka beristirahat di sebuah saung. Di sini, canda gurau Kang Dedi beberapa kali memecah keheningan. Suasana jadi cair dan penang tawa.
Tak berhenti di sawah, acara dilanjutkan ke kandang domba. Kang Dedi memperlihatkan domba Garut yang jadi peliharaannya. Dengan bangga dia menjelaskan, "Ini ciri khas Indonesia dan ciri khas Jawa Barat, Garut."
Pertemuan yang mungkin terlihat sederhana, tapi sarat dengan pertukaran budaya dan diplomasi yang hangat. Layaknya dua tetangga yang saling berkunjung.
Artikel Terkait
Fenerbahce Hajar Gaziantep 4-1, Kokohkan Posisi Puncak Klasemen
Jadwal Imsak Jogja Hari Ini Pukul 04.18 WIB, Disusul Azan Subuh 10 Menit Kemudian
Chelsea Terancam Tersingkir, Wajib Menang Besar atas PSG di Liga Champions
Direktur NCTC Mundur, Protes Kebijakan Perang AS-Iran