Cuaca memang kurang bersahabat. Hujan rintik-rintik turun. Tapi itu tak menghentikan langkah mereka. Dengan payung di tangan, Syefura tetap menyusuri jalan setapak di antara hamparan hijau itu.
Di tengah jalan, obrolan ringan pun mengalir. Kang Dedi penasaran, "Di Malaysia, padi apa namanya?"
Dedi Mulyadi lalu berbagi pengetahuan lokal. "Pare kalau bahasa Sunda," ujarnya sambil memperkenalkan kosakata daerah.
Usai berjalan, mereka beristirahat di sebuah saung. Di sini, canda gurau Kang Dedi beberapa kali memecah keheningan. Suasana jadi cair dan penang tawa.
Tak berhenti di sawah, acara dilanjutkan ke kandang domba. Kang Dedi memperlihatkan domba Garut yang jadi peliharaannya. Dengan bangga dia menjelaskan, "Ini ciri khas Indonesia dan ciri khas Jawa Barat, Garut."
Pertemuan yang mungkin terlihat sederhana, tapi sarat dengan pertukaran budaya dan diplomasi yang hangat. Layaknya dua tetangga yang saling berkunjung.
Artikel Terkait
Mahasiswa Papua Tewas Tertabrak Truk LPG Saat Manuver di Jalan Solo-Semarang
Pemerintah Pacu Rehabilitasi Sekolah di Aceh, Target Rampung 2026
Guru Besar Unair Sorot Runtuhnya Kepercayaan Akademis, Desak Jokowi Buka Ijazah
Kapolda DIY Buka Suara soal Penonaktifan Kapolresta Sleman