Kerusuhan di sekitar TMP Kalibata Kamis lalu berawal dari hal yang tragis. Dua orang penagih utang, atau yang biasa disebut 'mata elang', tewas dikeroyok. Kejadian itu memicu amarah.
Tak lama setelahnya, massa diduga rekan-rekan korban menggeruduk kawasan persis di seberang taman makam itu. Mereka tak main-main. Warung tenda kuliner dan kios permanen dibakar, hingga situasi mencekam.
Menanggapi hal ini, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung angkat bicara. Ia menegaskan, lahan yang digunakan para pedagang UMKM itu sebenarnya milik pemprov.
"Kebetulan lahan yang digunakan itu lahannya pemerintah kota semua. Tentunya kami sedang mengorganisasikan, me-reorganisasi tentang ini,"
kata Pramono, usai membuka sebuah konferensi di Balai Kota, Jakarta Pusat, Sabtu (13/12).
Menurutnya, Pemprov DKI masih mendalami persoalan ini sebelum mengambil keputusan final. "Kami sedang meminta kepada UMKM untuk mempelajari. Nanti pada saatnya saya segera putuskan. Tapi itu lahannya, lahannya Pemerintah Jakarta semuanya," ujarnya lagi.
Artikel Terkait
Ledakan Guncang Masjid di Jember Saat Salat Tarawih, Tidak Ada Korban Jiwa
MK Beri Tenggat Dua Tahun untuk Revisi UU Hak Keuangan Pejabat Negara
Fiorentina Hajar Cremonese 4-1, Gudmundsson Jadi Bintang
Mabes TNI Mutasi 35 Perwira, Brigjen Tagor Rio Pasaribu Jadi Aster Kaskogabwilhan II