Momen haru itu terekam dan diunggah oleh sang ibu, Dokter Nuratul Husna, di akun instagram pribadinya. Unggahan itu penuh rasa terima kasih yang mendalam.
"Padahal kalian korban juga kayak kami semua!!! pada susah jalan kaki lebih kurang 20 kilo dengan jalan bawa diri aja susah buanget," tulisnya.
Ia menggambarkan perjalanan evakuasi yang penuh rintangan. Melintasi kebun, mendaki gunung, menyeberangi jembatan dari batang kayu kecil yang rapuh. Semuanya becek oleh lumpur dan berserakan batu.
"Apa lagi bawa barang, atau bawa anak-anak dengan usia 3 tahun, 4 tahun, 8 tahun, tanpa mau kami bayar," tambah Nuratul dalam unggahannya.
Sebuah aksi nyata di tengah bencana. Lebih dari sekadar tugas, tampaknya. Itu adalah panggilan kemanusiaan.
Artikel Terkait
Pemkot Makassar Izinkan Takbiran di Lingkungan, Larang Konvoi dan Petasan
Lebaran 2026: Kekuatan Ucapan Tulus Jembatani Jarak dan Pererat Silaturahmi
Ledakan Tabung Gas di KM Citra Anugrah Tewaskan Dua Awak di Pelabuhan Selayar
Ledakan Guncang Masjid di Jember Saat Salat Tarawih, Tidak Ada Korban Jiwa