Sintang Gelar Seminar Kunci untuk Wujudkan Politeknik Negeri

- Kamis, 11 Desember 2025 | 14:48 WIB
Sintang Gelar Seminar Kunci untuk Wujudkan Politeknik Negeri

Hi!Pontianak – Di Pendopo Bupati Sintang, Kamis (11/12/2025), suasana tampak serius namun penuh harapan. Bappeda Kabupaten Sintang baru saja menggelar seminar untuk membahas hasil studi kelayakan pendirian Politeknik Negeri Sintang. Acara itu tak sekadar formalitas, melainkan upaya mengumpulkan masukan dari berbagai pemangku kepentingan sebelum dokumen resmi diajukan ke pemerintah pusat.

Menurut Kepala Bappeda Sintang, Kurniawan, rencana pendirian politeknik negeri ini bukanlah ide yang muncul tiba-tiba. Ini adalah langkah konkret daerah untuk mendukung prioritas nasional, terutama yang tercantum dalam Asta Cita ke-4 tentang pendidikan. Ia menekankan, semua ini sejalan dengan arah RPJMN 2025–2029 yang fokus pada peningkatan kualitas SDM.

“Penguatan pendidikan vokasi itu intervensi kunci,” ujar Kurniawan.

“Dalam RPJMN, pendidikan vokasi dilihat sebagai investasi strategis. Tujuannya jelas: membangun SDM unggul yang tak cuma siap kerja, tapi juga bisa menciptakan lapangan kerja. Mereka inilah yang nantinya akan jadi arsitek pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.”

Di sisi lain, ia melihat adanya angin segar dari regulasi pemerintah. Perpres Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasi disebutnya sebagai peluang besar. Regulasi itu membuka jalan bagi daerah seperti Sintang untuk benar-benar meningkatkan kompetensi sumber daya manusianya.

Tak hanya itu, visi ini ternyata sudah tertuang dalam RPJMD Kabupaten Sintang. Dokumen daerah itu sendiri memang menargetkan peningkatan kualitas SDM lewat transformasi pendidikan, termasuk memperluas akses masyarakat pada pendidikan tinggi yang relevan dengan potensi lokal.

“RPJMD kami mendorong peningkatan SDM berkualitas. Nah, pendirian politeknik ini adalah bagian penting dari upaya itu. Intinya, kami ingin akses pendidikan tinggi itu sesuai dengan kebutuhan dan potensi yang kita miliki di sini,” jelas Kurniawan lagi.

Lantas, apa sebenarnya tujuan seminar yang digelar kemarin? Kurniawan menyebutnya sebagai forum diskusi yang disengaja. Setelah tim penyusun menyelesaikan kajiannya, hasilnya perlu dikonfirmasi dan dikritisi oleh banyak pihak.

“Tujuannya sederhana: menghimpun masukan dan koreksi. Substansi dokumen harus benar-benar sempurna. Dokumen yang matang akan jadi dasar yang kuat saat kami mengajukan permohonan pendirian ini ke kementerian,” pungkasnya.

Seminar itu sendiri, meski hanya berlangsung satu hari, diharapkan menjadi titik awal yang solid. Langkah selanjutnya tentu lebih berat, namun setidaknya fondasi perencanaannya sudah dibangun dengan melibatkan banyak suara.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar