Roza menegaskan, kehadiran pemerintah daerah ini adalah sebuah bentuk tanggung jawab moral.
Di sisi lain, dia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Sumbar dan Polda Sumbar. Kolaborasi itu, menurutnya, sangat membantu, mengingat sebagian besar korban memang berasal dari Agam.
Usai dishalatkan, peti-peti jenazah diantar ke lokasi pemakaman. Para petugas dengan hati-hati menurunkan dan memakamkan mereka, satu per satu, berdampingan. Suasana haru semakin terasa ketika tanah pertama mulai ditaburkan. Suara isak tangis beberapa orang yang hadir memecah kesunyian.
Pemakaman massal ini sekaligus menutup rangkaian penanganan korban yang belum teridentifikasi. Sebuah prosesi penuh hormat, yang mungkin menjadi satu-satunya bentuk solidaritas terakhir bagi mereka yang pergi tanpa nama.
Artikel Terkait
Astaga, Kita Masih Terjajah? Kritik Sutoyo Soal Dominasi RRC dan Penguasa yang Limbung
Dua Bocah di Blimbing Curi Motor, Aksi Nekat Terekam CCTV
17 Kilogram Ganja Digagalkan di Kemayoran, Emat Pelaku Diamankan
Di Tengah Banjir, Tardi Tetap Setia dengan Joran