Roza menegaskan, kehadiran pemerintah daerah ini adalah sebuah bentuk tanggung jawab moral.
Di sisi lain, dia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Sumbar dan Polda Sumbar. Kolaborasi itu, menurutnya, sangat membantu, mengingat sebagian besar korban memang berasal dari Agam.
Usai dishalatkan, peti-peti jenazah diantar ke lokasi pemakaman. Para petugas dengan hati-hati menurunkan dan memakamkan mereka, satu per satu, berdampingan. Suasana haru semakin terasa ketika tanah pertama mulai ditaburkan. Suara isak tangis beberapa orang yang hadir memecah kesunyian.
Pemakaman massal ini sekaligus menutup rangkaian penanganan korban yang belum teridentifikasi. Sebuah prosesi penuh hormat, yang mungkin menjadi satu-satunya bentuk solidaritas terakhir bagi mereka yang pergi tanpa nama.
Artikel Terkait
Sporting CP Hadapi Tekanan Maksimal di Laga Comeback Lawan Bodo/Glimt
Korlantas Tunda One Way Nasional, Terapkan Skema Terbatas di Tol Cipali
TNI Janji Transparan Usut Dugaan Keterlibatan Prajurit dalam Kasus Penyiraman Aktivis
SBY Rayakan Lebaran dengan Open House Internal di Cikeas, AHY Dampingi Presiden