BNPB Gencar Tebar Ribuan Kilogram Garam untuk Atasi Cuaca Ekstrem di Sumut

- Kamis, 11 Desember 2025 | 06:00 WIB
BNPB Gencar Tebar Ribuan Kilogram Garam untuk Atasi Cuaca Ekstrem di Sumut

JAKARTA – Upaya pengamanan cuaca di Sumatera Utara terus digeber. Rabu kemarin (10/12/2025), pesawat PK-YNA sukses menyelesaikan tiga sorti penerbangan dalam rangka Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Menurut Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, misi tersebut tak main-main. “Pada rangkaian misi tersebut, telah digunakan bahan semai NaCl sebanyak 3.200 kilogram untuk mendukung upaya modifikasi cuaca di area yang menjadi prioritas,” jelasnya lewat keterangan tertulis.

Kalau dihitung total dalam dua hari terakhir, sejak 9 Desember, aksi pesawat PK-YNA ini sudah mencapai enam sorti. Bahan yang ditaburkan ke awan pun jumlahnya signifikan: 4.000 kilogram garam dapur (NaCl) dan 800 kilogram kalsium oksida (CaO). Kabar baiknya, semua operasi berjalan mulus dan aman sesuai prosedur yang berlaku.

Nah, tim di lapangan nggak berhenti sampai situ. Mereka sekarang sedang sibuk mempersiapkan sorti keempat. Sasaran kali ini adalah perairan di barat Tapanuli Tengah. Untuk misi lanjutan ini, rencananya akan disiapkan lagi 800 kilogram NaCl.

“Persiapan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan operasi berjalan lancar dan efektif dalam mendukung pengamanan wilayah tersebut,” tambah Abdul Muhari.

Di sisi lain, koordinasi dengan berbagai pihak juga terus digalang. BNPB, lewat Aam, menyebut mereka bekerja sama dengan pemda, BBPJN, TNI/Polri, dan BMKG. Tujuannya jelas: mempercepat penanganan darurat, membenahi akses yang rusak, dan yang paling penting, menjaga keselamatan warga di lokasi terdampak.

“Dukungan tambahan siap dimobilisasi apabila situasi lapangan memerlukan penguatan lebih lanjut,” pungkasnya. Jadi, semua sumber daya siap dikerahkan kalau memang dibutuhkan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar