"Nah, teman-teman SRI ini berupaya ya, jangan sampai terjadi laka, baik itu wisatawan ataupun nelayan," ujar Bagas.
Tugas mereka ternyata cukup beragam. Selain mengantisipasi kecelakaan di laut, para personel juga harus waspada terhadap ancaman lain yang sering dianggap sepele: ubur-ubur.
"Khususnya ke anak-anak. Ini kan musimnya ubur-ubur," beber Bagas. "Ubur-ubur itu kan menarik untuk dipegang anak warnanya biru, dan sebagainya. Begitu dipegang kena sengatan."
Di sisi lain, ada arahan khusus dari Gubernur DIY. Bagas menekankan pentingnya kesiapan tenaga medis di lokasi-lokasi pantai. Tujuannya sederhana, tapi krusial.
"Jangan sampai begitu ada musibah masyarakat yang kena sengatan ubur-ubur harus lari ke ibu kota untuk mengobati," pungkasnya.
Artikel Terkait
Real Madrid Hancurkan Manchester City, Vinícius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral
Panen Raya Majalengka Capai 11,5 Ton per Hektare, Stok Beras Nasional Dipastikan Surplus
Dua Turis Asing Pembuat Konten Porno Viral Berjaket Ojol Digagalkan Kabur di Bandara Bali