Meski peluang penguatannya rendah, dampaknya sudah bisa dirasakan. Dalam 24 jam ke depan, hingga Kamis pagi (11/12) pukul tujuh pagi, bibit siklon ini akan membawa pengaruh tidak langsung bagi beberapa wilayah.
Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprakirakan akan mengguyur sejumlah provinsi. Warga Sumatera Barat, Bengkulu, dan Lampung sebaiknya bersiap dengan kondisi ini. Di sisi lain, kondisi laut juga perlu diperhatikan.
Gelombang setinggi 1.25 hingga 2.5 meter berpotensi terjadi di beberapa perairan. Wilayah yang terdampak antara lain perairan Samudera Hindia barat Kepulauan Nias, lalu di selatan Banten, serta bagian selatan Selat Sunda. Nelayan dan kapal yang beraktivitas di zona-zona itu harus ekstra hati-hati.
Jadi, meski bukan alarm bahaya penuh, kewaspadaan tetap diperlukan. Cuaca ekstrem seringkali datang tanpa permisi, dan informasi terbaru dari BMKG adalah panduan terbaik untuk mengantisipasinya.
Artikel Terkait
Gunung Semeru Erupsi, Abu Membubung 1.000 Meter, Status Siaga Dipertahankan
Kemlu Tegaskan Arab Saudi Belum Umumkan Perubahan Haji 2026
SulawesiPos Gelar Buka Puasa Bersama dan Dialog dengan Dewan Pembaca di Makassar
Fatih Karagümrük Kalahkan Fenerbahçe 2-0 dalam Kejutan Süper Lig