Di balik ajang "lomba" ini, tentu ada tujuan yang lebih serius. Pramono punya target inflasi Jakarta yang harus dijaga, yaitu di kisaran 2,5 hingga 2,7 persen. Caranya ya dengan mendorong daya beli. Logikanya sederhana: diskon besar akan menarik lebih banyak orang untuk membuka dompet. Uang berputar, ekonomi bergerak.
"Saya yakin kalau orang datang dengan diskon pasti lebih banyak, inflasinya tertahan. Inflasi di Jakarta kami menargetkan 2,5 sampai 2,7 dan saya yakin pasti akan tercapai," tuturnya penuh keyakinan.
Jadi, rencananya jelas. Menjelang akhir tahun, Pemerintah Provinsi DKI ingin menciptakan suasana belanja yang meriah sekaligus menjaga stabilitas harga. Sebuah langkah yang berusaha memadukan semangat kompetisi bisnis dengan tujuan makro ekonomi. Tinggal tunggu eksekusinya nanti.
Artikel Terkait
Komisi III Gelar Rapat Kerja dengan KPK, Evaluasi Kinerja 2025 Jadi Sorotan
Granat Menghantam, Kendaraan Baja Selamatkan Wali Kota dari Maut
Melawan Ombak Danau Sentani Demi Kirimkan Makanan Bergizi ke Pulau-pulau Terpencil
Potongan Video Prabowo Soal Israel Beredar, Padahal Pernyataan Lengkapnya Tegaskan Dukungan untuk Palestina