Wali Kota Selamat dari Serangan Granat, Kendaraan Lapis Bajanya Jadi Penyelamat
Hampir saja terjadi tragedi di pagi Minggu (25/1) yang cerah itu. Wali Kota Shariff Aguak, Akmad Mitra Ampatuan, berhasil selamat dari upaya pembunuhan yang nyaris sempurna. Mobil SUV hitam yang ditumpanginya dihujam tembakan granat, namun lapisan baja pada kendaraan itu menahan serangan mematikan tersebut.
Rekaman CCTV di Barangay Poblacion, Maguindanao del Sur, mengungkap detik-detik mencekam itu. Sekitar pukul 06.20, sebuah minivan putih berhenti. Beberapa orang keluar dengan gegas, lalu tanpa basa-basi menembakkan peluncur granat atau RPG ke arah mobil sang wali kota. Suara ledakan pasti memecah kesunyian pagi.
Anwar Kuit Emblawa, Sekretaris Eksekutif sekaligus juru bicara wali kota, tak menyembunyikan rasa syukur. Suaranya terdengar lega saat diwawancarai radio DZMM.
“Kalau mobilnya tidak lapis baja, wali kota sudah tidak akan selamat,” ujarnya, mengutip laporan ABS-CBN.
Ia menegaskan Ampatuan sama sekali tidak terluka.
“Berkat rahmat Tuhan, wali kota selamat. Tidak ada luka sama sekali, bahkan lecet pun tidak.”
Sayangnya, nasib baik tidak menyertai dua anggota pengawalnya. Keduanya mengalami luka-luka dalam insiden itu. Kabar terakhir, kondisi mereka sudah stabil dan masih menjalani perawatan.
Menurut Emblawa, ini bukan kali pertama nyawa Ampatuan diincar. Serangan granat ini tercatat sebagai upaya pembunuhan keempat. Sebelumnya, percobaan serupa terjadi pada 2010, 2014, dan 2019. Dalam dua serangan terakhir itu, Ampatuan sempat terluka. Pengalaman pahit itulah yang membuatnya kemudian selalu menggunakan kendaraan berpelindung baja keputusan yang pagi itu terbukti menyelamatkan nyawanya.
Yang membuatnya geram, kejadian ini berlangsung di tempat terbuka. Lokasinya dekat jalan nasional, di kawasan yang saat itu ramai oleh pedagang buah. “Kejadiannya berlangsung di siang hari, banyak orang di sekitar lokasi,” kata Emblawa. Ia berharap rekaman CCTV dan keberadaan saksi mata bisa mempercepat penyelidikan.
Namun begitu, pihak wali kota enggan terburu-buru menyimpulkan motif di balik serangan ini. Apakah ada latar politik? Mereka memilih menunggu hasil penyelidikan resmi.
“Itu salah satu risiko yang harus dihadapi para politisi,” ujar Emblawa, dengan nada yang terdengar pasrah namun waspada.
Yang jelas, Akmad Mitra Ampatuan tak lama terpuruk. Emblawa menyebut sang wali kota sudah kembali menjalankan aktivitas pemerintahan. Seolah berkata, hidup harus terus berjalan, meski ancaman bisa datang kapan saja.
Artikel Terkait
Kemenhub Gelar Sidak ke Pool Green SM di Bekasi Usai Kecelakaan KRL, Temukan Sejumlah Pelanggaran Keselamatan
Harga Emas Antam Turun Rp30.000 per Gram, Kini Rp2.784.000
40 Pimpinan Ormas Islam Beri Dukungan Moral ke Jusuf Kalla yang Dilaporkan atas Tuduhan Penistaan Agama
Al Hilal Kalahkan Damac 1-0, Milinkovic-Savic Jadi Pahlawan Kemenangan