"Alhamdulillah, malam ini kita mengadakan rapat Pleno. Ini proses yang harus kita lalui," kata Kiai Miftachul memulai.
Ia lantas melanjutkan dengan nada yang lebih personal, "Sebagaimana kita paham, Syuriyah adalah pemilik Nahdlatul Ulama. Periode ini jadi tekad kita bersama untuk menegaskan supremasi Syuriyah kembali."
Menurut pengalamannya, di periode sebelumnya posisi Syuriyah kerap tak terlalu kokoh. Ia menyinggung soal dinamika di Jawa Timur sebagai contoh.
"Dulu, di Jatim, Syuriyah sering "dimbujuki" Tanfidizyah. Saya tahu persis karena mengalami sendiri. Ya, sering sekali seperti itu," kenangnya dengan gamblang.
Rapat malam itu sendiri dihadiri oleh hampir semua pucuk pimpinan NU. Tampak duduk bersama, antara lain Wakil Rais Aam Afifuddin Muhadjir dan Anwar Iskandar, Rais Syuriyah Cholil Nafis dan Nasaruddin Umar, serta Ketua PBNU Fahrur Razi. Tak ketinggalan, Khofifah Indar Parawansa, Saifullah Yusuf, Gudfan Arif, dan tentu saja, Zulfa Mustofa sendiri. Mereka semua hadir menyaksikan momen peralihan kepemimpinan ini.
Artikel Terkait
Bupati Bone Luncurkan Bus Sekolah untuk Tingkatkan Keselamatan dan Ringankan Biaya Transportasi Pelajar
Jokowi: Makna Lebaran adalah Kesabaran dan Saling Memaafkan
Tiran Group Gelar Salat Id dan Santunan di Makassar, Pererat Kebersamaan
Mentan Amran Rayakan Idulfitri dan Dengarkan Aspirasi Warga di Kampung Halaman Bone