Asap masih mengepul tipis ketika tim forensik menyelesaikan pekerjaan mereka. Dari tragedi kebakaran di Gedung Terra Drone itu, seluruh korban 22 orang pegawai telah berhasil dievakuasi. Kombes Romylus Tamtelahitu, Plt Kabid Fiskomfor Puslabfor Bareskrim Polri, yang berada di lokasi, memberikan penjelasan mengenai kondisi jenazah.
"Kondisi korban dalam keadaan utuh dan masih bisa dikenali," ujarnya pada Selasa (9/12).
Karena itu, menurut Romylus, prosedur tes DNA di rumah sakit dinilai tidak diperlukan lagi. Alih-alih menunggu proses laboratorium yang memakan waktu, jenazah akan segera dikembalikan kepada keluarga masing-masing. Penyerahan direncanakan dalam waktu yang sangat dekat.
"Untuk kegiatan pemeriksaan secara forensik oleh Tim Kimbiofor yang seyogyanya melakukan pemeriksaan terhadap korban dan juga pemeriksaan DNA, tidak perlu dilakukan," tegas Romylus.
Sebelumnya, proses evakuasi berlangsung dalam situasi yang mencekam. Seluruh korban ditemukan telah meninggal dunia di dalam gedung yang hangus itu, sebelum kemudian dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk penanganan lebih lanjut.
Sementara itu, dari pantauan awal di TKP, polisi menduga kuat pemicu malapetaka ini adalah sebuah ledakan. Sumbernya diduga berasal dari baterai drone yang meledak, memicu kobaran api yang dengan cepat menjalar.
Artikel Terkait
Paus Sperma 15 Meter Terdampar Mati di Pantai Jembrana Bali
Persib dan Borneo FC Imbang Poin di Puncak Klasemen, Laga Kontra Persija Jadi Penentu Gelar Liga 1
Empat Korban Penyiraman Air Keras di Tasikmalaya Masih Dirawat Intensif, Pelaku Terungkap Motif Sakit Hati
Borneo FC Kalahkan Persita 2-0, Manfaatkan Keunggulan Jumlah Pemain