Barang bawaan mereka sederhana namun menyiratkan kepiluan: tikar gulung, bantal, selimut. Beberapa bahkan membawa laptop, mungkin untuk mengikuti kabar atau sekadar mengusir rasa takut. Pemandangan yang sungguh memilukan.
Konflik perbatasan ini sebenarnya adalah bab lama yang tak kunjung usai. Akarnya ternyata sangat dalam, menjalar lebih dari sepuluh tahun ke belakang. Inti persoalannya adalah perebutan kedaulatan di beberapa titik perbatasan darat mereka yang membentang 817 kilometer.
Peta yang jadi acuan saat ini dibuat jauh di tahun 1907, oleh pemerintah kolonial Prancis yang kala itu menguasai Kamboja. Garis di atas kertas dari era kolonial itulah yang kini, di abad modern, masih memicu ketegangan dan air mata.
Artikel Terkait
Sertifikat Gratis untuk Korban Bencana Jadi Fokus Pertemuan Malam Sekretariat Kabinet
Izin Dicabut, Operasi Tetap Jalan: Kritik Pedas untuk 28 Perusahaan Pasca-Longsor
Hujan Deras Pagi Ini Lumpuhkan Rute Transjakarta
Rektor UGM Dikoreksi Sendiri: Dua Versi Kelulusan Jokowi dalam Video Resmi