Lantas, apa yang bisa kita lakukan sekarang? Bukan cuma mencaci sambil mengetik status marah-marah di media sosial. Kita butuh kesadaran kolektif bahwa ancaman LGBT ini bagian dari upaya sistematis untuk melemahkan keluarga. Diperlukan kehadiran orang tua yang lebih nyata, pendidikan yang menanamkan karakter kuat, dan kebijakan publik yang punya nyali untuk melindungi generasi muda dari arus normalisasi yang kencang ini.
Yang paling utama, kita harus kembali pada syariat Allah. Jadikan itu sebagai standar moral dan panduan hidup yang tetap. Tanpa pijakan ini, kita akan terus terombang-ambing oleh opini, membiarkan masa depan anak-anak kita ditentukan oleh algoritma dan tren semata.
Di tengah gempuran berbagai ideologi dunia, mempertahankan keluarga bukan cuma tugas biasa. Ini adalah perjuangan. Dan perjuangan ini hanya bisa dimenangkan oleh masyarakat yang sadar, bahwa nilai-nilai itu harus dijaga mati-matian, bukan untuk ditawar-tawar lagi.
Wallahu a'lam bishowab.
Ummu Faza
Pegiat Pendidikan
Artikel Terkait
Es Gabus Palsu Berujung Damai di Masjid Bogor
Kumparan Gelar Live Anniversary, Siap Bagikan Hadiah Rp 99 Juta
Dua Organisasi Desak Prabowo Pecat Kapolri, Sorot Pernyataan Lawan Sampai Titik Darah Terakhir
Polisi Tangerang Selatan Pacu Jalan Damai untuk Kasus Guru yang Dilaporkan Orang Tua