Ferry Irwandi Bantah Fitnah Soal Galangan Dana 10 Miliar

- Senin, 08 Desember 2025 | 16:00 WIB
Ferry Irwandi Bantah Fitnah Soal Galangan Dana 10 Miliar

Hari ini, Ferry Irwandi jadi sasaran. Serangan itu datang serentak dari berbagai media online, dengan narasi yang nyaris sama. Intinya, banyak yang gerah melihat donasi yang digalangnya meledak mencapai angka 10 miliar rupiah cuma dalam sehari. Fitnah pun bertebaran.

Tak tinggal diam, Ferry langsung angkat bicara lewat akun Instagram pribadinya pada 8 Desember 2025. Ia meluruskan duduk persoalan.

Hari ini serentak saya difitnah oleh banyak orang dengan narasi yang sama, orang yang berbeda-beda tapi satu kecaman dan narasi. Selama ini saya gak peduli, tapi untuk yang ini sudah keterlaluan.

Pertama, saya tidak mengatakan bahwa pemerintah tutup mata.

Kedua, saya tidak pernah sama sekali mempolitisasi isu yang dimaksud dan membuat konten khusus soal isu sensitif yang dikatakan.

Satu-satunya pembicaraan ini muncul cuma di live penggalangan dana seminggu yang lalu. Itupun muncul dari kontak seluler yang menceritakan situasi di sana. Sama sekali tidak pernah dinarasikan seperti yang tertulis di media.

Ia pun secara khusus menyasar media yang memberitakan hal tersebut. Ferry meminta klarifikasi dan verifikasi.

Teman-teman media yang menulis berita ini, mohon klarifikasi dan verifikasinya, karena sudah bermuatan fitnah ke saya. Saya mohon berita ini dapat diturunkan.

Di akhir pernyataannya, Ferry mencoba mengingatkan semangat kolaborasi yang sebenarnya terjadi di lapangan. Menurutnya, situasi di sana justru menunjukkan hal yang berbeda.

Di lapangan, semua pihak berkolaborasi saling bantu: relawan, NGO, pempus, pemda, TNI dan Polri. Semua merasa saling berbagi kerja dan berjalan dengan baik. Janganlah kayak gini, buat apa 😊

Dah itu aja 😊

Begitulah tanggapannya. Sekarang, tinggal menunggu respons dari pihak-pihak yang disebutkan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler