Gelombang 120 Juta Orang Siap Serbu Jalur Mudik Nataru 2025

- Senin, 08 Desember 2025 | 15:12 WIB
Gelombang 120 Juta Orang Siap Serbu Jalur Mudik Nataru 2025

Liburan Natal dan Tahun Baru, atau yang akrab disebut Nataru, tampaknya bakal tetap jadi magnet perjalanan besar-besaran di penghujung 2025 nanti. Bayangkan saja, hampir 120 juta orang diperkirakan bakal memadati jalan dan terminal. Angka yang fantastis, bukan?

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandha baru-baru ini membeberkan data survei itu dalam rapat dengan Komisi V DPR.

"Hasil survei menunjukkan bahwa 42,01 persen penduduk Indonesia atau sekitar 119,5 juta orang berencana melakukan perjalanan akhir tahun,"

Begitu penjelasannya di Senayan, Jakarta, awal Desember lalu.

"Dari kelompok yang bepergian tersebut, sebagian besar yaitu 21,28 persen atau 60,53 juta orang melakukan perjalanan pada dua periode sekaligus, baik Natal maupun Tahun Baru,"

Ia menambahkan,

"Yang berimplikasi pada lonjakan beban layanan pada simpul transportasi."

Nah, kalau mau tahu kapan puncak keramaiannya, catat baik-baik. Arus mudik diperkirakan memuncak pada Rabu, 24 Desember 2025. Sementara untuk arus balik, persiapan mental perlu dimulai untuk Jumat, 2 Januari 2026. Dua hari itu diprediksi akan sangat padat.

Dari mana saja arus perjalanan ini berasal? Tak mengherankan, provinsi dengan populasi terpadat menjadi penyumbang terbesar. Jawa Barat memimpin dengan kontribusi 16,96%, disusul Jawa Timur dan Jawa Tengah. Menariknya, ketika ditilik tujuannya, Jawa Tengah justru menjadi primadona dengan 16,93%, lalu diikuti Jawa Timur dan Jawa Barat. Pola pergerakannya seperti lingkaran yang saling silang di Pulau Jawa.

Lebih spesifik lagi, di level kota, Jakarta Timur menjadi asal pergerakan terbesar. Kabupaten Bekasi dan Kota Makassar menyusul di posisi berikutnya.

Lalu, kota mana yang jadi incaran? Yogyakarta masih tak tergoyahkan sebagai favorit, diserbu sekitar 5,15 juta orang. Kabupaten Bandung dan Kabupaten Malang juga tak kalah ramai. Di luar Jawa, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Bali, NTT, dan Lampung masuk dalam daftar tujuan utama, dengan total pengunjung mencapai 22,75 juta orang.

"Walaupun tidak termasuk dalam sepuluh besar survei, namun akan kami cermati wilayah-wilayah yang merayakan Natal seperti Maluku, Papua, dan Kalimantan Barat serta daerah lainnya,"

kata Dudy, menyiratkan bahwa perhatian tak hanya terpusat pada daerah-daerah padat itu saja.

Sekarang, bagaimana cara mereka bepergian? Ternyata, ketergantungan pada kendaraan pribadi masih sangat tinggi. Survei menunjukkan 51,12 juta orang atau hampir 43% memilih mobil pribadi. Pilihan lainnya beragam, mulai dari sepeda motor, bus, mobil sewa, travel, hingga pesawat dan kereta api.

"Preferensi masyarakat terhadap kendaraan pribadi mengindikasikan perlunya manajemen lalu lintas yang intensif, khususnya pada ruas tol dan akses menuju simpul transportasi,"

ucap Dudy. Sebuah peringatan dini untuk antisipasi kemacetan parah. Jadi, sudah siapkah kita menyambut gelombang manusia terbesar di akhir tahun depan?

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler