Hi!Pontianak – Pagi itu, air mulai merayap naik meski langit tak meneteskan hujan sebutir pun. Kawasan seperti Jalan Kom Yos Sudarso, tepatnya di Gang Jeruju III, Pontianak, kembali terendam. Akses jalan lumpuh, aktivitas warga pun ikut terganggu.
Menurut Feri, warga setempat, kondisi ini sudah berlangsung tiga hari berturut-turut. "Airnya naik-turun sih. Biasanya pasang tinggi sekitar jam delapan pagi sampai siang, lalu surut," ujarnya saat ditemui Senin, 8 Desember 2025.
Namun begitu, ia mengaku was-was dengan situasi hari ini. "Kalau untuk hari ini belum tau karena air masih naik," tambah Feri.
Memang, pantauan di lapangan menunjukkan kenaikan air kali ini terasa lebih deras dan lebih tinggi dibanding hari-hari sebelumnya. Genangan sudah menyentuh lutut orang dewasa, dan alirannya terus menguat, menyusupi ruang-ruang rumah warga.
Meski waspada, Feri dan keluarganya masih memilih bertahan. "Kita sekarang masih tetap di rumah karena masih cukup stabil. Kalau untuk ke depannya, kalau tinggi sekali, ya terpaksa mengungsi," katanya.
Banjir yang datang nyaris rutin ini bukan cuma mengacaukan rutinitas. Dampaknya lebih dalam dari itu. Banyak warga yang mengeluhkan kerugian materiil akibat perabotan mereka rusak diterjang air.
Barang elektronik jadi korban utama. Ponsel, kipas angin, hingga perangkat sound system seringkali mati total karena terendam. Yang paling merepotkan, banjir ini kerap muncul tiba-tiba, tanpa didahului hujan lebat sekalipun. Situasi itu tentu saja menambah beban warga yang harus selalu siaga.
Artikel Terkait
Menkes: Kekurangan Dokter di Daerah Picu Beban Kerja Berlebih hingga Perundungan
Pakar Hukum: Buku ‘Politik Hukum’ Karya Mahfud MD Jadi Cermin bagi Politisi untuk Kendalikan Nafsu Politik
Mahasiswa Dibacok di Depan Warung Kopi Makassar, Pelaku Ditangkap Kurang dari 12 Jam
MUI Desak Hukum Tegas untuk Lindungi Moral Bangsa di Tengah Gelombang Penolakan Wacana Sanksi LGBT