Patroli Gabungan Gagalkan Rencana Tawuran Pelajar di Cileungsi, Celurit Diamankan

- Minggu, 14 Desember 2025 | 19:30 WIB
Patroli Gabungan Gagalkan Rencana Tawuran Pelajar di Cileungsi, Celurit Diamankan

Suasana malam di Cileungsi, Bogor, mendadak tebaru. Bukan oleh keramaian biasa, melainkan oleh aksi patroli gabungan polisi yang menggagalkan rencana sebelas pelajar yang hendak tawuran. Dari tangan mereka, petugas menyita sejumlah senjata tajam, termasuk celurit panjang dan kelewang.

Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison, menjelaskan kronologi kejadian itu. Menurutnya, tim gabungan yang sedang berpatroli berhasil membubarkan sekelompok anak muda yang dicurigai akan berbuat onar.

"Tim patroli gabungan dan Tim Musang berhasil mengamankan segerombolan anak muda yang dicurigai hendak melakukan aksi tawuran. Dari kelompok tersebut, petugas menyita barang bukti senjata tajam jenis celurit," ujar Edison, Minggu (14/12/2025).

Patroli malam itu sendiri digelar bukan tanpa alasan. Mereka sengaja disiagakan untuk mengantisipasi berbagai potensi kerawanan, mulai dari tawuran antar pelajar hingga balap liar yang kerap mengganggu ketentraman.

"Kegiatan ini diikuti oleh tim patroli Polsek Cileungsi, Brimob Resimen 3 Cikeas, dan dibantu oleh Tim Musang Amankan Patroli Malam Rawan," jelas Edison.

Ia menegaskan, pendekatan pencegahan seperti ini jauh lebih diutamakan. "Kami lebih memilih mencegah daripada sudah terjadi lalu ada korban. Tindakan dini ini adalah kunci untuk menjaga situasi Kamtibmas di Cileungsi," tambahnya.

Rasa terima kasih juga tak lupa disampaikan Edison untuk seluruh anggota tim. "Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas pengabdian dan dedikasinya. Kehadiran dan kesigapan tim di lapangan sangat berarti bagi keamanan warga Cileungsi," imbuhnya.

Kesebelas pemuda itu diamankan saat sedang nongkrong di pinggir jalan. Mereka langsung dibawa ke Mapolsek untuk menjalani pemeriksaan dan yang terpenting, pembinaan.

"Sekelompok pemuda kemudian dibawa ke Polsek Cileungsi untuk diperiksa lebih lanjut. Mereka diberi pembinaan dan dipanggil orangtuanya," kata Edison.

Pesan akhirnya jelas: menghentikan kebiasaan buruk itu. "Kita imbau untuk tidak mengulangi perbuatannya dan menghindari tindakan kriminal," tutupnya. Upaya pre-emptif ini diharapkan bisa memutus mata rantai kekerasan yang melibatkan anak muda.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar