Coba Bayangkan, Berita Ini Dibaca oleh Mereka yang Keluarganya Habis
Bayangkan saja. Anda sedang duduk di atas puing, air baru saja surut meninggalkan lumpur dan kenangan yang hancur. Lalu, di genggaman ponsel yang nyaris tak ada sinyal, berita itu muncul. Judulnya biasa saja, mungkin malah terkesan dingin. Tapi bagi Anda, setiap kata di sana seperti pukulan. Karena berita itu bercerita tentang bencana yang baru saja merenggut keluarga Anda entah tewas, atau hilang begitu saja.
Itulah yang coba digambarkan oleh sebuah unggahan viral belakangan ini. Narasinya menusuk karena menempatkan kita pada posisi korban. Bukan sebagai pembaca yang aman di kejauhan, tapi sebagai mereka yang merasakan langsung dampaknya.
Dan situasinya tak berhenti di situ. Coba pikirkan juga ribuan orang lain yang selamat. Nasib mereka mungkin sedikit lebih baik, tapi hanya sedikit. Mereka bertahan, namun perut keroncongan karena bantuan logistik tak kunjung sampai berhari-hari. Lapar, lelah, dan trauma. Lalu, di tengah semua itu, mereka membaca laporan berita yang seolah hanya sekadar angka dan pernyataan resmi.
Rasanya seperti dikhianati dua kali: pertama oleh alam, lalu oleh cara cerita penderitaan mereka disampaikan.
bayangin, berita ini dibaca langsung oleh orang yang keluarganya habis karena terdampak bencana.
— WatchmenID (@WatchmenID) December 7, 2025
bayangin, berita ini dibaca langsung oleh ribuan orang yang selamat tapi masih kelaparan karena belum dapat akses bantuan.
Unggahan dari akun WatchmenID itu, meski singkat, berhasil menyentuh banyak orang. Ia mengingatkan kita tentang jarak yang sering terbentang antara laporan jurnalistik dengan realita di lapangan. Antara narasi yang disusun rapi di meja redaksi, dengan jerit pilu yang terdengar di lokasi bencana.
Pesan utamanya jelas: setiap kali menulis, coba lah melihat dari sudut pandang mereka yang paling terdampak. Karena berita bukan hanya informasi. Bagi sebagian orang, itu adalah cermin yang memantulkan luka mereka sendiri.
Artikel Terkait
Jalan Sidrap-Soppeng Semakin Rusak, Genangan Air Sembunyikan Lubang Berbahaya
Polemik Ikan Sapu-Sapu di Sungai Sa’dan: Pemda Toraja Utara Belum Temukan Bukti, Ahli Dorong Pendekatan Lingkungan
Anggota DPR: Nasib 1,6 Juta Guru Honorer Masih Jauh dari Layak, Negara Dinilai Abaikan Hak Konstitusional
Polisi Tangkap Empat Pemuda Dalang Aksi Brutal Geng Motor di Makassar