Prabowo Tegur Keras Kepala Daerah yang Lari Saat Banjir Aceh

- Senin, 08 Desember 2025 | 03:36 WIB
Prabowo Tegur Keras Kepala Daerah yang Lari Saat Banjir Aceh

Minggu (7/12) siang, suasana di Posko Terpadu Penanganan Bencana Alam Aceh, yang berada di Pangkalan Udara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, tampak serius. Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas di sana, dikelilingi sederet pejabat tinggi negara. Nama-nama besar hadir, mulai dari Menko PMK Pratikno, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Mendagri Tito Karnavian, hingga Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) dan kepala lembaga lain seperti BNPB juga tak absen.

Rapat itu menghasilkan sejumlah poin penting. Tapi sebelum masuk ke arahan teknis, Prabowo menyampaikan apresiasi sekaligus teguran keras.

“Terima kasih para bupati,” ujarnya. “Kalian yang terus berjuang untuk rakyat, memang kalian dipilih untuk menghadapi kesulitan.”

Namun begitu, nada bicaranya berubah. Ia menyentil keras kepala daerah yang justru memilih ‘lari’ saat kondisi darurat. “Kalau yang mau lari, lari aja,” katanya diselingi tawa khas. “Copot itu, Mendagri bisa ya diproses haha. Bisa? haha.”

Menurutnya, tindakan seperti itu dalam dunia militer disebut desersi meninggalkan tugas dan anak buah di saat bahaya. “Waduh enggak bisa itu,” tegas Prabowo.

Sentilan ini bukan tanpa sebab. Media sosial sebelumnya dihebohkan kabar Bupati Aceh Selatan, Mirwan, yang disebut sedang umrah di Makkah saat banjir melanda. Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, mengklarifikasi bahwa izin perjalanan Mirwan pada 24 November 2025 sebenarnya sudah ditolak Gubernur Mualem.

Bantuan Tak Lagi Dilempar Sembarangan

Laporan dari lapangan disampaikan Kepala BNPB Letjen Suharyanto. Ia memastikan semua daerah terisolir kini sudah terjangkau bantuan, meski masih terbatas. Pengirimannya lewat udara, baik dengan mendaratkan heli maupun teknik airdrop.

“Semuanya sudah didorong logistik,” ucap Suharyanto. “Ada yang pake payung, jadi kami tidak ada lagi yang dilempar ke bawah bapak presiden.”

Prabowo lantas menanggapi. Ia bertanya apakah helikopter bisa memakai sling rope tali baja untuk angkut barang berat. “Mungkin sling road lebih banyak, lebih cepat ya,” ujarnya, menyebut alat yang biasa dipakai di konstruksi dan logistik itu.

Larangan Keras Manfaatkan Bencana

Presiden kemudian menegaskan sikap tegasnya. Ia tak akan memberi ruang bagi pihak mana pun yang mencari keuntungan dari musibah ini. “Saya tidak mau ada pihak-pihak yang menggunakan bencana ini untuk memperkaya diri,” kata Prabowo dengan nada berat. “Saya akan tindak sangat keras. Jangan ada yang mencari keuntungan di tengah penderitaan rakyat.”

Pesan itu ditujukan kepada seluruh pejabat. Integritas, kata dia, harus dijaga. “Tidak boleh ada penyelewengan, tidak boleh ada korupsi di semua entitas pemerintahan.”

Bantuan Dana Dinaikan Dua Kali Lipat

Soal bantuan keuangan, Prabowo mengambil langkah cepat. Alih-alih menyetujui usulan Mendagri Tito Karnavian sebesar Rp 2 miliar per kabupaten/kota, ia malah menggandakannya. “Anda minta Rp 2 miliar per kabupaten, saya kasih Rp 4 miliar,” katanya. Dana itu akan segera dikucurkan untuk 52 daerah terdampak.

Tito sebelumnya menjelaskan, anggaran pemda umumnya menipis di akhir tahun. Bahkan ada yang kasnya cuma Rp 75 juta. Sebelum minta ke pusat, ia sudah menggalang patungan antar-pemda. “Terkumpul sekitar Rp 34 miliar langsung ke 3 provinsi dan ada yang langsung ke kabupaten/kota,” jelasnya.

Untuk tingkat provinsi, pemerintah pusat akan beri bantuan masing-masing Rp 20 miliar. Tapi Prabowo minta dihitung dulu mana yang paling berat. “Nanti gubernurnya suruh ketemu saya. Pokoknya kita bantu,” ujarnya.

Dokter Magang Dikerahkan

Di sisi lain, kebutuhan tenaga medis mendesak. Menkes Budi Gunadi Sadikin melaporkan, Aceh kekurangan dokter karena banyak yang jadi korban bencana juga. Ia sudah minta bantuan Menhan untuk turunkan sekitar 300 dokter TNI-Polri selama tiga bulan.

“Kita kekurangan dokter karena dokter di sana jadi korban juga,” kata Budi.

Mendengar itu, Prabowo langsung bertanya. “Sekarang saya tanya kalo koas boleh nggak diterjunkan? Sudah boleh?”

Budi menjawab, yang bisa diturunkan adalah dokter internship (magang), tapi butuh pendamping. “[Dokter] yang internship, Pak, tapi emang harus ada dokter pendamping,” jelasnya.

Presiden pun mendorong. “Dicek ya Pak internship kita sudah berapa yang bisa. Saya kira bisa itu perguruan tinggi dikerahkan juga internnya.”

Target Perbaikan Jembatan: Dua Minggu

Terakhir, soal infrastruktur. Prabowo menargetkan perbaikan seluruh jembatan rusak di Aceh selesai dalam satu hingga dua minggu. “Ini kita lihat salah satu Jembatan Bailey, mereka kerja terus,” ujarnya, merujuk pada akses menuju Bener Meriah dan Takengon.

Menurutnya, upaya membuka akses dari berbagai titik terus dilakukan. “Ada jalan lagi dari Banda Aceh. Itu mungkin lebih ringan,” katanya. “Mudah-mudahan satu, dua minggu ya. Karena masalahnya adalah tembus ini, baru kita bisa kerja yang lain.”

Rapat pun berakhir. Langkah-langkah darurat telah digariskan, tinggal eksekusi di lapangan yang menentukan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler