"Sudah diambil sungai Pak rumah saya. Tidak ada lagi Pak rumah,"
Ucap seorang ibu sambil isak tangisnya tak terbendung. Kalimat sederhana itu, terucap dengan getir, menggambarkan betapa dahsyatnya musibah yang mereka alami. Harta satu-satunya lenyap begitu saja diterjang arus.
Namun begitu, di tengah kesedihan itu, ada juga semangat untuk bertemu. Banyak warga yang antusias menyambut, berjabat tangan, mencoba merasakan sedikit kehadiran negara di tengah keterpurukan mereka. Prabowo tampak menyerap setiap cerita, setiap keluh kesah yang dilontarkan. Kunjungan singkat itu, meski tak serta merta mengembalikan rumah mereka, setidaknya memberikan pengakuan bahwa derita mereka didengar.
Artikel Terkait
Otonomi Kurdi Suriah di Ujung Tanduk: Damaskus Kembali Perluas Kendali
Hotman Paris Sindir Pelukan Aparat untuk Kakek Penjual Es Gabus: Bukan Solusi, Tapi Pencitraan
Banjir Daan Mogot Pagi Ini, Petugas Alihkan Mobil Kecil ke Jalur Transjakarta
Jembatan Daerah Jadi PR Terakhir Pemulihan Jalan di Aceh dan Sumut