"Sudah diambil sungai Pak rumah saya. Tidak ada lagi Pak rumah,"
Ucap seorang ibu sambil isak tangisnya tak terbendung. Kalimat sederhana itu, terucap dengan getir, menggambarkan betapa dahsyatnya musibah yang mereka alami. Harta satu-satunya lenyap begitu saja diterjang arus.
Namun begitu, di tengah kesedihan itu, ada juga semangat untuk bertemu. Banyak warga yang antusias menyambut, berjabat tangan, mencoba merasakan sedikit kehadiran negara di tengah keterpurukan mereka. Prabowo tampak menyerap setiap cerita, setiap keluh kesah yang dilontarkan. Kunjungan singkat itu, meski tak serta merta mengembalikan rumah mereka, setidaknya memberikan pengakuan bahwa derita mereka didengar.
Artikel Terkait
Direktur NCTC Mundur, Protes Kebijakan Perang AS-Iran
Maling Motor di Karawang Babak Belur Dihajar Massa, Senjata Api Rakitan Disita Polisi
Sporting CP Hadapi Tekanan Maksimal di Laga Comeback Lawan Bodo/Glimt
Korlantas Tunda One Way Nasional, Terapkan Skema Terbatas di Tol Cipali