Serangan Drone Rusia Rusak Perisai Pelindung Chernobyl

- Sabtu, 06 Desember 2025 | 15:18 WIB
Serangan Drone Rusia Rusak Perisai Pelindung Chernobyl

Perisai pelindung di Chernobyl, yang dibangun untuk mengurung sisa-sisa radioaktif dari bencana 1986, dilaporkan tak lagi berfungsi penuh. Penyebabnya? Serangan drone yang terjadi beberapa waktu lalu. Ukraina dengan tegas menuding Rusia berada di balik serangan itu.

Menurut inspeksi Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), struktur baja raksasa yang rampung dibangun tahun 2019 itu memang mengalami kerusakan akibat serangan Februari lalu. Meski begitu, kabar baiknya adalah struktur penahan bebannya masih utuh. Sistem pemantauan juga tetap berjalan.

Rafael Grossi, Dirjen IAEA, mengonfirmasi temuan ini.

"Fungsi keselamatan utamanya, terutama kemampuan kurungan, memang terganggu," ujarnya. "Tapi kami tidak menemukan kerusakan permanen pada struktur penahan beban. Perbaikan darurat sudah dilakukan."

Namun begitu, Grossi menekankan bahwa perbaikan menyeluruh mutlak diperlukan. Tujuannya jelas: mencegah kerusakan bertambah parah dan menjamin keamanan nuklir untuk jangka panjang.

Sebelumnya, PBB telah menerima laporan dari otoritas Ukraina pada pertengahan Februari. Dalam laporan itu disebutkan, drone yang membawa hulu ledak daya tinggi menghantam lokasi reaktor. Serangan itu memicu kebakaran dan merusak lapisan pelindung di sekitar Reaktor Nomor Empat reaktor yang meledak dahsyat puluhan tahun silam.

Klaim Ukraina soal keterlibatan Rusia dibantah mentah-mentah oleh Moskow. Rusia menyangkal telah menyerang fasilitas Chernobyl.

Di tengah kekhawatiran itu, ada secercah kabar melegakan. Laporan PBB menyebutkan level radiasi di sekitar lokasi tetap stabil dan dalam batas normal. Tidak ada indikasi kebocoran radiasi yang membahayakan.

Bencana Chernobyl 1986 memang masih menyisakan trauma mendalam. Saat itu, radiasi menyebar ke berbagai penjuru Eropa. Uni Soviet kala itu mengerahkan segala upaya, dengan pasukan dan peralatan dalam skala masif, untuk menanganinya. Reaktor terakhir di kompleks itu akhirnya ditutup pada tahun 2000.

Wilayah ini kembali menjadi sorotan ketika Rusia mendudukinya di awal invasi ke Ukraina pada Februari 2022. Mereka menguasai reaktor dan area sekitarnya selama lebih dari satu bulan, membangkitkan kembali kenangan kelam tentang salah satu tragedi nuklir terburuk dalam sejarah.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar