Prabowo Soroti 50 Helikopter Tangani Bencana dan Capaian 49 Juta Porsi Makan Gratis di HUT Golkar

- Sabtu, 06 Desember 2025 | 09:18 WIB
Prabowo Soroti 50 Helikopter Tangani Bencana dan Capaian 49 Juta Porsi Makan Gratis di HUT Golkar

Suasana di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (5/12) lalu, ramai bukan main. Presiden Prabowo Subianto hadir memenuhi undangan untuk merayakan hari ulang tahun Partai Golkar yang ke-61. Di hadapan para kader dan undangan yang memadati arena, pidatonya mengalir membahas banyak hal. Mulai dari tanggap bencana di Sumatera yang masih berlangsung, sampai capaian program Makan Bergizi Gratis yang jadi sorotan.

Acara itu sendiri dihadiri oleh tokoh-tokoh papan atas. Wapres Gibran Rakabuming Raka tampak hadir, begitu pula sederet menteri dari Kabinet Merah Putih. Sebut saja Menko Polkam Djamari Chaniago, Menlu Sugiono, sampai Seskab Teddy Indra Wijaya. Dari legislatif, hadir Ketua DPR Puan Maharani, Ketua MPR Ahmad Muzani, dan Ketua DPD Sultan Najamuddin. Tak ketinggalan, pimpinan partai politik lain seperti Mardiono (PPP), Kaesang Pangarep (PSI), dan Al Muzammil dari PKS juga turut meramaikan.

50 Helikopter Dikerahkan untuk Tangani Bencana

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan komitmen negara untuk hadir di tengah musibah. Saat ini, kata dia, tak kurang dari 50 helikopter dikerahkan beroperasi di semua lokasi bencana di Sumatera. Sebuah upaya yang menurutnya mungkin tak terbayangkan beberapa waktu lalu.

"Mungkin beberapa bulan tahun lalu tidak ada yang bisa memperkirakan bahwa negara kita mampu mengerahkan 50 helikopter. 50 helikopter sekarang sedang bergerak di daerah musibah,"
"Minggu ini helikopter baru datang, 5 helikopter,"

Helikopter-heikopter itu jadi andalan. Fungsinya jelas: mendistribusikan bantuan ke titik-titik terisolir yang belum bisa dijangkau melalui jalur darat.

Bukti Kerja Nyata untuk Rakyat

Prabowo kemudian menyinggung soal langkah konkret pemerintah. Ia ingin membuktikan bahwa negara selalu tanggap di saat-saat rakyat sedang menderita.

"Kita mengalami cobaan-cobaan, kita mengalami badai, kita mengalami bencana tapi bangsa kita kuat, utuh dan bangsa kita mampu mengatasi semua cobaan yang kita hadapi. Kita buktikan rakyat melihat reaksi pemerintah cepat, reaksi pemerintah mengatasi masalah,"
"Kita sudah buktikan sekarang rakyat melihat ada musibah di bagian dari wilayah tanah air kita, tapi alat-alat negara segera hadir,"

MBG: 49 Juta Penerima Manfaat

Pencapaian lain yang ia soroti adalah program Makan Bergizi Gratis. Angkanya sudah membengkak, mencapai 49 juta penerima manfaat setiap harinya. Prabowo membuat perbandingan yang cukup gamblang.

"Saudara-saudara, hari ini sudah 49 juta makanan tiap hari, mulut 49 juta penerima manfaat tiap hari. Lebih dari 7 kali Singapura kita kasih makan tiap hari saudara-saudara,"

Yang luar biasa, distribusinya menjangkau daerah-daerah terpencil sekalipun. Prabowo menyebut ini sebagai operasi logistik besar yang jarang terjadi di belahan dunia mana pun.

"Dan sampai di pelosok-pelosok, di tempat-tempat terpencil kita berhasil untuk masuk. Ini bukan kegiatan main-main, ini bukan kegiatan yang gampang, imitasi logistik mungkin terbesar di dunia selama beberapa tahun ini,"

Soal Pemilu 2029? Serahkan ke Rakyat

Ketika menyentuh soal Pemilu 2029, Prabowo terlihat santai. Ia menyerahkan sepenuhnya pilihan itu kepada rakyat kelak. Untuk saat ini, fokusnya hanya satu: bekerja.

"Kita kokoh terus atasi masalah bangsa bersama, kita maju ke rakyat,"
"Silakan rakyat yang memilih tahun 2029 nanti ada persaingan lagi, monggo, terserah, siapa pun pemenang, siapa pun pemenang,"

Wacana Politik Murah

Di sisi lain, Prabowo menyoroti biaya demokrasi di Indonesia yang dinilainya terlalu mahal. Ia sependapat dengan pandangan Golkar bahwa ongkos politik harus ditekan.

"Yang disampaikan Partai Golkar berkali-kali harus kita pertimbangkan dengan baik-baik. Demokrasi harus mengurangi terlalu banyak permainan uang. Demokrasi harus kita bikin minimal ongkos politik supaya nanti politik kita jangan ditentukan hanya orang-orang yang berduit,"

Politik mahal, menurutnya, justru membuka celah korupsi. Salah satu solusi yang ia usung adalah memilih gubernur dan bupati melalui DPRD, bukan lagi pemilihan langsung.

"Demokratis tapi jangan buang-buang uang. Kalau sudah sekali memilih DPRD kabupaten, DPRD provinsi Ya kenapa nggak langsung saja pilih gubernurnya dan bupatinya, selesai,"

Cara serupa sudah lama dipraktikkan di banyak negara maju. Malaysia, India, Inggris, Kanada, Australia negara-negara terkaya itu justru menjalankan sistem politik yang murah.

Pujian untuk Doa Nusron Wahid

Ada momen yang cukup menghibur. Prabowo tiba-tiba memuji Menteri ATR/BPN Nusron Wahid yang membacakan doa pembuka. Rupanya, ia sangat terkesan.

"Tapi tadi yang baca doa saya sangat terkesan, saudara Nusron Wahid, Menteri Agraria dan Tata Ruang, hebat kali kau baca doa itu,"

Prabowo lalu berkelakar. Jangan-jangan Nusron salah jabatan, dan lebih cocok jadi Menteri Agama. Candaan itu langsung disambut gelak tawa hadirin.

"Mungkin salah jabatan, apa pindah Menteri Agama,"

Dalam doanya, Nusron meminta kekuatan untuk Prabowo memimpin, sekaligus mendoakan korban bencana di sejumlah wilayah Sumatera.

Sorotan untuk Bahlil Lahadalia

Pujian lain ditujukan kepada Ketum Golkar, Bahlil Lahadalia. Prabowo menyebut Bahlil sebagai orang yang cerdas dan sangat detail.

"Pertama saya ucapkan penghargaan kepada ketua umum Pak Bahlil. Pak Bahlil ini memang harus saya akui orang yang sangat cerdas, ini benar, sangat cerdas, semua acara sangat detail dan beliau turun ke lapangan ke Sumatera juga benar-benar turun ke lapangan,"
"Mungkin karena beliau relatif masih muda ya, masih fit apalagi orang dari Indonesia Timur,"

Karena Bahlil berasal dari Papua, Prabowo lalu menyebut ciri khas orang Indonesia Timur: setia dan keras hati.

"Orang Indonesia Timur itu memang sifatnya itu setia, keras, keras, tapi kalau sudah menetapkan hatinya dia setia sampai mati ini ciri khas orang Indonesia Timur,"

Menanggapi Pengejek

Namun begitu, pidatonya juga menyelipkan kritik halus. Prabowo mengungkapkan masih ada pihak terutama dari kalangan elite yang gemar mengejek kebijakannya.

“Ada memang bagian dari rakyat kita terutama dari elite kita yang pintar-pintar dan merasa sangat pintar selalu nyinyir, selalu suka dengan menimbulkan ejekan-ejekan terhadap pemerintahnya sendiri, terhadap pemimpin-pemimpinnya sendiri,”

Ia mencontohkan kritik soal pengadaan alutsista yang masif. Bagi Prabowo, itu adalah langkah antisipasi wajib, mengingat Indonesia berada di ring of fire dan rawan bencana.

“Prabowo beli alutsista banyak-banyak, untuk apa? Saudara-saudara, bangsa kita berada dalam sesuatu yang disebut lingkaran api, The Ring of Fire, bencana alam adalah bagian yang harus kita hadapi, tantangan. Untuk itu kita harus siap menghadapi yang paling jelek pun keadaan harus kita siap,”
“Kita tidak bisa kalau ada bencana, kalau ada musibah, kalau ada perang sekalipun kita tidak bisa datang ke suatu toko beli helikopter, tidak ada,”

Pada akhirnya, kata dia, ejekan tanpa solusi itu tak ada gunanya. Tak bisa membangun jembatan, menciptakan lapangan kerja, atau menjamin ketersediaan kebutuhan pokok rakyat.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar