Di tengah kerumunan HUT ke-61 Partai Golkar di Istora Senayan, Jumat lalu, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan yang cukup tegas. Ia menekankan bahwa ada satu hal mendasar yang kini disadari bersama: pesan dari Undang-Undang Dasar 1945.
"Satu hal yang sekarang mendasar adalah kita semua sekarang sadar dan mengerti apa itu sebenarnya pesan dari Undang-Undang Dasar 1945," ujarnya.
Pernyataan itu ia sampaikan bukan tanpa alasan. Menurut Prabowo, kesadaran itu telah merasuk, bukan hanya pada dirinya, tapi juga rakyat dan seluruh jajaran kabinetnya. Ia pun menyampaikan apresiasi khusus.
"Kita sadar, dan saya berterima kasih semua tim saya mengerti. Kita sekarang tidak mau Undang-Undang Dasar 45 hanya menjadi mantra di mulut, tapi tidak mau dilaksanakan," tegasnya.
Harapannya jelas: pemahaman itu harus berbuah aksi nyata, bukan sekadar wacana yang berhenti di ruang rapat.
Namun begitu, Prabowo tak lupa mengulurkan rasa terima kasih ke pihak lain. Kali ini, para ulama dan kiai yang disebutnya punya peran penting.
"Saya terima kasih para ulama, para kiai. Mungkin mereka lebih berani dari para politisi," ungkapnya.
Mereka lah, menurut Prabowo, yang dengan lantang mendorongnya untuk bersikap setia pada konstitusi.
"Mereka yang minta saya setia, laksanakan Undang-undang Dasar 45 murni dan konsekuen. Murni dan konsekuen," pungkas Presiden, mengakhiri pernyataannya dengan penekanan.
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu